Hai Bunda, daftar disini

Arby Antini

Arby Antini

Umum

bayi mandi dengan air dingin

bunda maw share nih...bayi brumur 8 bln .... bleh gak mandi air dingin....??? spy entar bsar tdk kbiasaan mandi air hangat....

Komentar
6 Komentar
Ninik Bundyka
Ninik Bundyka -

yang penting bayinya nggak direndam air dingin... :D
anak saya beberapa kali mandi dengan air dingin, dan alhamdulillah, tidak mengalami masuk angin atau sejenisnya. yang penting setelah mandi si anak diolesi minyak telon atau minyak kayu putih supaya kembali hangat.

FEBRIANTI PUTERI WULANDARI
FEBRIANTI PUTERI WULANDARI -

Niat mulia tak selamanya berbuah positif. Memberi kehangatan berlebihan pada
bayi, misalnya, bisa jadi bumerang.

Selama ini orangtua begitu takut bayinya kedinginan, sehingga merasa perlu
mempersenjatai putra-putri tersayang dengan baju hangat, selimut, topi,
sarung tangan, sampai kaus kaki tebal. Bahkan ada orangtua yang sampai
menutup rapat-rapat pintu, jendela, lubang angin, melarang pemakaian kipas
angin, mematikan AC hanya agar bayinya selamat dari bahaya "masuk angin".

Tak ketinggalan, kebiasaan membaluri minyak telon atau minyak kayu putih di
tubuh bayi. Padahal di samping bikin kepanasan, minyak-minyak itu juga bisa
mengubah kulit bayi menjadi kehitaman dan hangus. Pendek kata, banyak
orangtua tak sadar, kepungan "sarana dan prasarana penghangat" justru
menjadi penyebab bayi menangis lantaran kegerahan.

Gerah membuat bayi banyak mengeluarkan keringat, sehingga kehilangan banyak
air dengan garam-garamnya. Alhasil, dia jadi gampang haus, badan lemah
sehingga mudah terkena batuk-pilek. Jadi, banyak orangtua (mungkin termasuk
Anda) selama ini memperlakukan bayinya secara salah alias salah kaprah?
Begitulah kira-kira. Mengapa? Karena bayi punya jaringan asam cokelat!

Begini penjelasannya:

Setiap manusia butuh energi untuk melakukan beragam aktivitas. Energi itu
datang dari hasil pembakaran gula, lemak, maupun protein. Kelebihan gula
dalam darah, misalnya, diubah oleh hormon insulin menjadi glikogen, sehingga
kadar gula darah tetap dalam batas-batas normal. Glikogen ini menjadi
cadangan energi yang terutama disimpan di dalam otot, jantung, dan hati.

Cadangan energi glikogen hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh
selama 24 jam. Hal ini berbeda dengan cadangan energi dari lemak yang dapat
memenuhi kebutuhan energi tubuh selama beberapa pekan. Karena tidak larut
dalam air, pembakaran lemak jadi lebih stabil dan lebih dapat diandalkan
ketimbang pembakaran gula yang larut dalam air. Itu sebabnya, jika ada beban
pekerjaan nan berat, jantung dan otot lebih banyak memakai energi dari
lemak.

Selanjutnya, kelebihan lemak dalam darah akan disimpan di jaringan lemak.
Jaringan lemak sendiri ada dua macam. Pertama, jaringan lemak putih yang
menyimpan lemak dalam selnya, dan tersebar di seluruh tubuh, terutama rongga
perut dan jaringan di bawah kulit. Kedua, jaringan lemak cokelat, terutama
terdapat pada bayi yang lahir cukup bulannya dan terbatas ada di jaringan
bawah kulit leher dan punggung.

Jaringan lemak cokelat ini makin berkurang dan menyusut pada anak yang lebih
besar dan hanya tertinggal sedikit pada orang dewasa. Dia bisa membuang
kelebihan energi, misalnya akibat makan berlebihan, dengan membakarnya
menjadi panas. Keistimewaan lain, selnya dapat menyimpan sampai 40% lemak
bayi. Kenaikan suhu tubuh oleh jaringan ini bisa mencapai tiga kali lipat
ketimbang kenaikan suhu yang disebabkan aktivitas olahraga.

Jelas sudah, dengan bekal jaringan lemak cokelatnya, bayi tidak mudah
kedinginan. Sebaliknya, mudah kepanasan. Dibandingkan dengan orang dewasa
muda, daya tahan bayi terhadap udara dingin lebih tinggi sekitar 50C. Jadi,
jika orang dewasa sudah menggigil pada suhu 20C, bayi tidak merasakan hal
yang sama. Buat bayi suhu 20C setara dengan 25C. Sebaliknya, suhu 25C
yang cukup dingin buat orang dewasa bisa bikin bayi kegerahan. Sebab,
25C-nya orang dewasa sama dengan 30C-nya bayi.

Itu sebabnya, meski berada di ruang ber-AC, bayi belum tentu kedinginan.
Juga tak perlu dipanasi dengan minyak telon atau minyak kayu putih. Susu pun
tidak perlu selalu dicampur air hangat. Bayi berumur beberapa bulan bahkan
lebih suka susunya didinginkan di lemari es. Kalau boleh memilih, bayi pasti
lebih suka mandi dengan air dingin, apalagi kalau udara sedang panas.
Kesimpulannya, jangan membandingkan kondisi bayi dengan kita, orang dewasa!

Heni Wijayanti
Heni Wijayanti -

boleh aj bun...anak saya dulu juga gitu kok,selama kondisi anak stabil dan tidak dlm waktu sakit....tapi jangan lama2 ya bun....

Dian Nurhayati
Dian Nurhayati -

Boleh saja bun..mandi dengan air hangat tujuannya terutama agar bayi bunda tak kedinginan atau hipotermi dalam bahasa kedokterannya. Namun, sebagai bayi normal yang sehat, bayi bunda dapat beradaptasi dengan keadaan tersebut. Jadi, tak usah takut memandikan si kecil dengan air dingin selama kondisinya normal dan sehat serta dalam cuaca yang tak dingin.begitu bunda.

Desy Sulistiyowati
Desy Sulistiyowati -

anakku mulai 6 bln sdh berenang di kolam plastik dgn air dingin, mandi juga pake air dingin tp ya jgn lama2 ...

Haja Haja
Haja Haja -

boleh si boleh bun tapi kasian kulitnya masih tipis,,,