Hai Bunda, daftar disini

Fahrur Razi

Fahrur Razi

Umum

Tips Mengatasi Balita Susah Makan

Balita Anda susah makan? Apakah Anda cukup stres dibuatnya? Hal ini sudah banyak dihadapi kaum Ibu termasuk saya, namun jangan khawatir ini akan dikupas masalah seputar balita susah makan mulai dari penyebab serta solusinya.

Batita dan balita rata-rata akan dihadapkan pada masa-masa susah makan namun ada juga sebagian yang tidak mengalaminya. Ada beberapa penyebab mengapa si kecil Anda susah makan, bisa karena faktor psikologis misalnya karena trauma pada kejadian tertentu, pernah dipaksa makan secara berlebihan,bisa juga karena ego yang mulai timbul dalam diri si kecil (biasanya mulai tumbuh pada usia satu tahun keatas), faktor selera anak, yaitu anak mulai bosan dengan makanan yang itu-itu saja, perlu Anda ketahui pada usia 6-9 bulan mungkin si kecil tidak mempermasalahkan rasa tapi menginjak usia 10 bulan keatas bayi mulai mengenal rasa, saat ini variasi menu perlu Anda pertimbangkan.

Kemudian faktor kesehatan si kecil, dalam hal ini bisa karena balita menderita sariawan/panas dalam, pencernaan bermasalah (cermati apakah balita Anda sering mual,muntah atau diare), gigi mulai tumbuh (pada sebagian bayi pertumbuhan gigi mengakibatkan ngilu sehingga si kecil malas untuk makan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut yang perlu Anda lakukan adalah :


1. Jika karena penyebab psikologis,misalnya trauma karena kejadian tertentu maka Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter Anda


2. Hindari pemaksaan dalam menyuap si kecil karena hal ini juga bisa menyebabkan trauma yang mengakibatkan si kecil mogok makan


3. Pada usia 1 tahun ke atas biasanya anak mulai punya ego yang mana dia makan jika dia mau,sehingga meskipun sudah jam makan dan kita memaksa menyuap, si kecil tidak akan mau, tetapi coba letakkan sebutir nasi di tangan atau dekat mulutnya maka dia akan memungut dan memakannya sendiri. Untuk mengatasi hal ini cobalah saat jam makan alihkan perhatian si kecil pada hal2 yang ia suka misalnya sambil melihat kucing, bunga dll,nah saat dia lengah biasanya tanpa sadar dia mau disuap. Cara lain variasikan metode pemberian makan pada si kecil,misalnya jika biasanya Anda menggunakan sendok cobalah memakai tangan langsung tanpa sendok.Cara lain lagi yaitu kenali makanan kegemaran si kecil, misalnya jika si kecil suka makan kerupuk maka berikanlah kerupuk kemudian selingi dengan memberi nasi,kalau masih susah tempelkan nasi beserta lauk pada kerupuk, ia tidak akan menyadari tetapi ia akan menyukainya.


4. Ubah tampilan dan rasa makanan,Anda bisa membentuk nasi seperti mobil2an kemudian menambah pernak pernik dari ayam, telur, sayuran, tempe/tahu dll. Selain itu Anda perlu melihat-lihat lagi referensi mengenai resep makanan bayi.


5. Berikanlah susu kapan pun ia mau


6. Perbanyaklah camilan si kecil untuk mengimbangi porsi makan yang kurang, namun ingat, camilan yang diberikan harus tetap memperhatikan faktor gizi,misalnya biskuit bayi, kue, puding atau agar-agar, buah.


7. Jika si kecil lebih menyukai kue, maka variasikan bahan atau isi kue dari bahan karbohidrat seperti nasi, kentang lalu kombinasikan dengan sayuran (misalnya kue warna hijau dari sawi yang diblender, warna orange dari wortel yang diblender dll),memang terasa aneh bagi kita, namun anak kecil akan menyukainya dan tentunya gizi tetap terjaga.


8. Cek kondisi mulut si kecil apakah ada sariawan, nafas terasa panas?jika ya segeralah periksakan ke dokter anak Anda. Lihat juga apakah ada gigi yang mau tumbuh? jika ya kemungkinan hal ini yang menyebabkan si kecil merasakan ngilu saat makan,untuk itu coba berikan makanan yang lebih lembut teksturnya serta mintalah saran dari dokter apakah perlu menambahkan vitamin khusus saat gigi tumbuh.


9. Periksakan ke dokter jika si kecil sering mual atau memuntahkan makanan, karena kemungkinan si kecil sedang terganggu pencernaannya sehingga nafsu makan berkurang.


10. Konsultasikan ke dokter mengenai penambahan vitamin nafsu makan


Nah semoga apa yang saya sampaikan kepada Anda bisa menjadikan solusi yang tepat untuk sang buah hati. Selamat mencoba...!! Semoga berhasil.

Komentar
6 Komentar
Riri Nurnianti
Riri Nurnianti -

tq ya infonya..

Elfrida Sara
Elfrida Sara -

trima kasih banget infonya... sangat membantu...

Nia Kurnia
Nia Kurnia -

terima kasih atas tipsnya. saya akan coba. saya suka ibudanbalita

Afni Yulinarsi
Afni Yulinarsi -

Bangus banget info & tipsnya

Fahrur Razi
Fahrur Razi -

mantaaaap..

Tetty Eka Roahayati
Tetty Eka Roahayati -

Masalah anak susah makan kebanyakan dialami oleh ibu yg bekerja di luar rumah. Karenanya meskipun bekerja dilar rumah ,seyogyanya orang tua tetap mengetahui perkembangan makan anak sehari-hari. Yang penting supaya gizi anak seibang orang tua perlu tahu berapa jumlah makanan sehari-hari yg harus diberikan keada anak balitanya. Untuk membantu mengatasi anak ssah makan orang tua perlu melakukan beberapa hal:

1. Pemberian makan sesuai umur. Setelah usia 4 bulan mulai diberi makanan pendamping(bubur susu),usia 6 bln nasi tim,usia 8 bln-1 thn mulai makanan dicincang,setelah 1 thn dpt dikenalkan makanan keluarga. Karena jika tdk mulai dikenalkan anak akan susah makan.

2. Jangan memberi porsi susu berlebihan. Hal ini akan menyebabkan anak kenyang sehingga susah makan.

3. Berikan makanan selingan namun jangan berlebihan. Diberikan diantara jam makan anak.makanan jangan manis-manis atau asin karena akan mengurangi selera makan anak.

4. Agar nafsu makan anak bertambah usahakan suasana makan yang nyaman.Ajak si kecil makan dengan penuh kasih sayang.

5. Jika anak masih susah makan periksakan ke dokter mungkin ada kelainan dalam organ tubuh. Jika tidak ada kelainan mintalah vitamin untuk merangsang nafsu makannya

6. Disiplin dengan waktu makan anak. Karena kalau sudah melewati waktu makan anak tidak merasa lapar lagi.

Pesan untuk ibu bekerja:

1. Persiapkan makanan yang akan diberikan untuk balita anda.

2. Pada jam makan cek kegiatan makan balita anda.

3. Timbang berat badannya untuk memastikan balita anda kecukupan gizi.

4. Selagi bisa (ada waktu)dengan si kecil kerjakan sendiri segala hal yang berhubungan dengan si kecil.

5. Adakan waktu rekreasi dengan si kecil, agar punya wawasan dan merasakan kebersamaan dengan keluarganya.