Hai Bunda, daftar disini

Dessy Eka Purwanti

Dessy Eka Purwanti

Umum

TIPS TOILET TRAINING

Tidak ada umur yang ideal, seorang anak selayaknya mulai berlatih menganal toilet. Beberapa anak membutuhkan perkembangan fisik dan kognitif sampai umur 18-24 bulan untuk bisa dan sadar toilet.

Namun, beberapa anak lain bisa pada umur 3 atau 4 tahun baru berani dan memiliki kesadaran membuang hajat besar dan kecil secara mandiri ke toilet. Tetapi biasanya bayi laki-laki lebih lambat daripada bayi perempuan.

Lantas kapan Si Buah Hati sebaiknya mulai dilatih ? Jawabnya adalah : timing (momentum). Beberapa studi memperlihatkan ; jika Anda mulai melatihnya pada umur 2 tahun, Anak Anda akan mampu melakukan pada umur 3 tahun, dan jika Anda mulai pada umur 3 tahun, dia juga akan bisa melakukan pada umur 4 tahun.

Kuncinya ; jika anda menangkap sinyal dia sudah membutuhkan toilet, segera ajari, dan hanya beberapa bulan kemudian dia sudah akan mampu melakukan sendiri.

Tetapi jika Anda gagal menangkap sinyal itu atau sekedar menunggu perkembangannya saja, mungkin untuk bisa mandiri dibutuhkan waktu lebih lama, sekitar 6 bulan atau lebih.

Tanda-Tanda

Anak Anda harus sudah mengenal 'pispot' dulu sebelum berlatih sadar toilet. Dia harus bisa menahan 'ingin kencing' selama 3 jam atau lebih (ini menunjukkan bahwa otot kandung kemihnya sudah lebih kuat dan mampu menyimpan urine).

Sewaktu bayi, begitu ia ingin kencing, langsung keluar, tanpa sempat tertahan, sehingga ibunya harus sering mengganti popok.

Dia telah perlu mengetahui tanda-tanda kalau 'kebelet kencing,' dan segera bertindak sebelum benar-benar kencing.

Akan lebih mudah jika pada tahap ini, dia sudah bisa menarik celananya sendiri, dan memegang alat kelaminnya sendiri untuk kencing ke pispot.

Tanda-tanda fisik dan mental sebenarnya bukan merupakan faktor utama dari seni ketrampilan sadar toilet ini. Motivasi adalah kunci utamanya.

Jika Si Buah Hati mulai menunjukkan hasratnya untuk pergi dan mengenal kamar mandi, sebagai bagian dari hasrat peniruan perilaku orang-orang dewasa di sekitarnya, adalah waktunya bagi Anda untuk segera me'respon' mengajarinya agar cara ber-toilet ria.

Anak biasanya mengenal cara berak terlebih dahulu sebelum ia belajar kencing di pispot.

Apa yang Dapat Anda Lakukan

Sebagai orang tuanya, buatlah pelajaran pengenalan toilet sehalus dan sealami mungkin bahwa dia memerlukan proses itu, jangan sampai melatihnya dengan memaksa atau dengan nada mengancam, jika dia mengalami traumatik toilet, pembelajaran akan berlarut-larut.

Tetaplah santai dan dengan posistif thinking, dan mulailah menganjurkan si anak untuk mengenal pispot. Biarlah ia memilih pispotnya sendiri ketika di toko, lalu biarkan dulu ia bermain-main dengannya, melongok ke dalam pispot, mengajarinya duduk kencing kearah pispot, dan biarkan dia tetap dengan pakaiannya (gak usah telanjang), dan tingkatkan sampai ia terbiasa duduk dan kencing di pispot.

Terangkan kegunaan pispot dan cara-cara sederhana penggunaannya ; 'ini penting karena fase ia sebentar lagi akan meninggalkan popok bayinya.'Gunakan kata yang baik dan dengan nada alami cara-cara membuang kencing dan feces.

Latihlah sampai dia terbiasa dengan pispot dan teknik penggunaannya secara benar.

Setelah 1 minggu atau lebih ia 'familiar' dengan pispot, dan telah akrab menggunakannya dengan cara yang benar, mulailah untuk menunjukkan padanya, Anda membuang popok bayinya ke dalam pispot.

Sejak Buah Hati Anda tahu caranya menggunakan pispot, buatlah ia secara rutin memakainya, misalnya selalu sesudah makan, sebelum tidur, atau sebelum mandi --dan secara pelan-pelan meningkatkan intensitas penggunaanya dari sekali menjadi beberapa kali dalam 1 hari.

Pujilah ia atas kepintarannya menggunakan pispot dan jangan ingatkan atau tunjukkan kejadian-kejadian dan pengalaman buruk dalam penggunaan pispot.

Jangan terburu-buru dalam setiap proses pengajarannya, atau membuatnya tertekan. Mereka biasanya, dalam beberapa hari kedapen, akan bangga dan puas melihat ke dalam pispot dan telah berhasil meletakkan/meninggalkan sesuatu di dalamnya.

Beberapa anak yang lucu, malah kadang akan melambaikan tangan 'selamat berpisah' terhadap feces yang telah ia buang.

Jika ia mengalami sedikit kegagalan dalam proses ini, jangan dimarahi atau membuatnya tertekan, biarkan dan buat dia nyaman dengan peristiwa itu.

Mungkin ia akan menghindari pispot untuk beberapa waktu, dan mualilah untuk mengajarinya lagi, ketika ia sudah sedikit lupa atas peristiwa sebelumnya.

Seiring itu, biarkan Si Bayi memperhatikan Anda dan orang-orang di sekitarnya keluar masuk toilet setiap hari. Sesuatu yang baru dan misterius selalu membuatnya ketakutan.

Biarkan dia mempelajari dan memperhatikan Anda menggunakan toilet, dan ketika dia mulai bertanya-tanya dan ikutan masuk ke dalamnya, buatlah dia nyaman dengan tempat tersebut, dan mulai jelaskan fungsi dan cara-cara penggunaannya, berilah contoh padanya, dia akan meniru.

Anda mungkin akan lebih berhasil dalam semua proses ini, jika Anda bisa terjun langsung membimbing Si Buah Hati Anda, dan berilah cukup waktu untuk menemaninya menjalani semua proses ini.

Sebagai orang dewasa, Anda tentu bekerja dan terikat deadline, sehingga Anda kadang merasionalisasi dengan membuat program sendiri latihan ini harus selesai dalam 2 minggu, atau harus seudah berhasil sebelum ke playgroup, atau alasan lain, sehingga Anda ketat dalam menanganinya.

Anak umur 2 tahun biasanya adalah makhluk yang suka membantah dan agak susah diatur, sehingga Anda harus sabar dan tenang menanganinya.

Anak biasanya juga sangat sensitif terhadap 'agenda tersembunyi' (misal; harus bisa dalam 2 bulan sebelum Anda bepergian), dan dia biasanya tidak menyukai alias akan menolak.

Sehingga dalam seluruh proses ini, Anda harus tampak se-alami dan se-netral mungkin, biarkan dia menikamti dan belajar sendiri.

Sebuah traumatik toilet, justru akan lebih boros waktu dan tenaga bagi Anda kan.

Yang Perlu Diperhatikan

Jika Anda merasa marah atau frustasi terhadap kemajuan pelajaran pispot, atau Si Buah Hati tampak menolak dan tidak suka proses latihan itu, Anda dan anak sebaiknya istirahat dulu. Terlalu banyak tekanan, penolakan dan kekecewaan, justru akan menyabotase seluruh proses.

Oleh sebab itu, sebaiknya proses pembelajaran distirahatkan dulu, sampai anda lebih sabar dan tenang dan si anak juga telah siap memulai latihan lagi. Dan proses istirahat ini bisa berhari-hari, atau bahkan berbulan-bulan.

Jika Anda memilih menantang proses, dengan memaksanya atau malah kemudian putus asa dan cuek, justru akan memperpanjang masalah.

Latihan 'sadar toilet' hanya bisa dikuasai dan dilakukan dengan kerjasama secara sukarela dan senang hati dari Si Buah Hati Anda.

Anda mungkin juga harus menghentikan proses pembelajaran jika Buah Hati Anda menolak untuk menggunakan pispot dalam proses latihan, atau ia mengalami sembelit.

Sembelit yaitu berak hanya 2-3 kali seminggu. Jika anak Anda sembelit, segeralah membawanya ke dokter.

Atau mungkin dengan mengubah dietnya, Anda bisa memberikan makanan tambahan Pisang agar feces bayi lebih keras, atau memberikan buah 'prem' atau buah-buah lain agar feces lebih lunak.

Berilah minum yang banyak. Anda sebaiknya kembali ke modul pembelajaran 'sadar toilet' lagi jika Si Buah Hati keadaannya sudah membaik dan normal.

Komentar
5 Komentar
Fitri Nurlela
Fitri Nurlela -

Terima kasih bunda infonya....Alhamdulillah anak saya sudah bisa melakukannya dg baik..Tapi sesekali sih...kadang masih ngompol.tapi waktu malam aja pas lagi bobo....itu juga...jarang sekali sih....

Yeni Marito Harahap
Yeni Marito Harahap -

Kalau secara teoritis toilet training bisa diajarkan pada usia 3 tahun, karena itu sudah masuk fase anal. Tapi pengenalan toilet training sejak 2 tahun juga lebih baik ya...

Isna Bening
Isna Bening -

trims infonya

Dessy Eka Purwanti
Dessy Eka Purwanti -

sama anakku juga laki-laki..asal telaten dan sabar dan tetep ngajarin si kecil pantang mundur pasti lama-lama bisa kok bund..tp anakku udh 21 bulan skrg...

Fitria Nurina Ramadhani
Fitria Nurina Ramadhani -

terimakasih bunda atas tipsnya. anakku usianya hmpr 18bln, dan sekarang aku lagi mulai ngajarin dia pipis dan pup di kamar mandi.
kalo pipis, sedikit-sedikit dia sudah mulai bisa menunjukkan tanda-tanda 'kebelet'nya. tapi kalo pup, masih belum bisa niy..

kata bunda, bayi laki-laki biasanya lebih lambat ya untuk toilet training?
kebetulan anakku laki-laki.. =(