Hai Bunda, daftar disini

Aulia Saputri

Aulia Saputri

Umum

Perubahan yang terjadi pada tubuh dan emosi saat hamil

Perubahan yang terjadi saat hamil adalah wajar, karena begitu kehamilan terjadi, maka tubuh pun mengalami banyak perubahan dalam rangka membantu pertumbuhan bayi. Apa saja perubahan yang terjadi selama 9 bulan kehamilan itu? Bukan cuma tubuh menjadi lebih gendut, tapi emosi pun bisa ikut-ikutan berubah

Perubahan fisik yang terjadi bisa dikategorikan dalam dua bagian; perubahan fisik yang tampak dari luar dan perubahan fisik di bagian dalam. Perubahan fisik luar diantaranya perubahan warna kulit, perubahan payudara, pembesaran perut, perubahan liang sanggama. Perubahan fisik bagian dalam meliputi pembesaran rahim, perubahan mulut rahim, perubahan peredaran darah, dan pencernaan makanan.

Nah, perubahan tersebut tidak berlangsung sama. Ada yang terjadi di trimester I, II, hingga III. Pada trimester I, misalnya, secara fisik sebenarnya belum begitu tampak banyak perubahan. Bahkan mungkin si ibu malah bertambah kurus akibat hiperemesis gravidarum (mual dan muntah berlebihan). "Pada trimester ini perubahan yang terjadi lebih ke arah keluhan akibat adanya perubahan hormonal," terang dr. Achmad Mediana, Sp.OG dari RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Itulah mengapa, pada trimester ini, sebagian orang ada yang sudah bisa merasakan adanya perubahan. Malah dirasakannya perubahan itu sangat mengganggu. Namun sebagian yang lain tidak merasakan adanya perubahan.

Saat wanita hamil, maka terjadi perubahan hormon. Hormon progesteron jadi meningkat, sehingga sel-sel badan pada wanita hamil cenderung menjadi sembab. Karena itu pada wanita hamil terlihat lebih gemuk dan berisi dibandingkan biasanya. "Nah, karena pengaruh hormon progesteron itulah, maka cairan-cairan di dalam intravaskuler keluar, sehingga membuat orang hamil jadi sering pusing, ususnya kembung, cairan vaginanya tambah banyak," lanjut Achmad.

PERUBAHAN DI TRIMESTER I

Morning sickness
Dikatakan morning sickness karena keluhan ini kerap terjadi di pagi hari pada waktu bangun. Diantaranya keluhan pusing kepala, mual hingga muntah. Keadaan ini akibat gangguan metabolisme karbohidrat. Sebaiknya, bila serangan ini terjadi, minumlah air teh manis panas sebelum bangun dan berjalan.

Perubahan pada pencernaan
Perut akan terasa kembung, juga akan terasa nyeri di perut bagian bawah saat usia kehamilan 12 minggu. "Saat itu semua pengikat rahim akan terasa seperti ketarik, sehingga terasa nyeri dan pegal-pegal."

Di daerah mulut pun akan terjadi perubahan, terutama jika terjadi mual dan muntah berkepanjangan, maka bisa menjadi infeksi daerah gigikarena berkurangnya kalsium dalam makanan. Terjadi juga hipersalivasi (pengeluaran air liur berlebihan), sehingga terkadang menyulitkan untuk makan. Air liur ini dapat menyebabkan pembengkakan pada gusi (epulis).

Itulah sebabnya, Bu, pemeriksaan gigi dan kesehatan mulut perlu dilakukan demi menghindari adanya infeksi di daerah tersebut.

Perubahan sirkulasi darah
Selama kehamilan, hormon estrogen pun akan mengalami peningkatan. Nah, peningkatan ini menyebabkan penyesuaian peredaran darah. Volume darah akan makin meningkat yang menyebabkan pengenceran darah ibu dan menyebabkan penurunan hemoglobin darah.

Kram betis
Pada hamil muda juga kerap terjadi kram betis yang menunjukkan kurangnya beberapa vitamin dan mineral, misalnya, vitamin E, B kompleks, serta kalsium.

Perubahan di vagina dan mulut rahim
Vagina juga akan mengalami perubahan, yaitu bertambah banyaknya cairan, sehingga vagina akan makin basah. Bukan itu saja, pembuluh darah pun makin banyak sehingga vagina dan vulva akan tampak makin merah dan kebiru-biruan.

Sering kencing dan sembelit
Karena saluran kencing atau anus tertekan rahim yang mulai membesar, maka akan membuat perubahan di daerah ini pula. Tak heran bila Anda pun akan semakin sering kencing dan mengalami gangguan buang air besar (sembelit). Hal ini terjadi pada kehamilan 12-14 minggu. Setelah usia itu, rahim akan keluar dari rongga panggul, sehingga keluhan ini pun akan hilang.

Namun keluhan ini akan kembali lagi pada bulan menjelang persalinan. Pada saat itu, kepala janin akan turun sehingga menekan saluran kencing dan anus.

PERUBAHAN DI TRIMESTER II

Perubahan fisik akan makin terlihat di trimester II. Maklum, pada usia kehamilan trimester II, berat badan pun sudah mengalami kenaikan yang cukup banyak. Perubahan apa saja yang biasanya terjadi?

Perut akan tampak lebih membesar.
Makin membesarnya rahim akan membuat perut sang ibu pun tampak makin membesar. Rahim yang mula-mula seberat 30-40 gr, sejalan dengan bertambahnya usia kehamilan akan makin membesar sedemikian rupa hingga nanti mampu menampung kehamilan dengan berat air ketuban seberat 1 kg, plasenta 0,5 kg, dan janin seberat 3 kg. Pembesaran rahim ini dapat diraba dari luar, bahkan pembesaran ini dapat dijadikan pegangan untuk memperkirakan besarnya janin dan usia kehamilan itu sendiri.

Rasa nyeri perut
Nyeri perut bagian bawah kerap terjadi selama kehamilan trimester II. Rahim yang semakin membesar membuat otot yang menahan rahim supaya tetap tegak akan semakin teregang. Akibatnya timbul nyeri yang kian menjadi atau memburuk kalau sang ibu bergerak. Kalau sudah begini, yang paling baik dilakukan adalah istirahat sampai nyeri itu hilang sama sekali.

Perubahan kulit
Kulit pun akan mengalami perubahan. Ada ibu-ibu yang merasa gatal-gatal, kulitnya jadi lebih kering atau bahkan tambah berminyak. Selain itu kulit pun akan jadi lebih hitam, terutama di daerah aerola, kulit perut, muka atau pipi, dan leher. Setelah persalinan, biasanya warna kulit pun akan kembali normal.

Perubahan payudara
Payudara akan makin membesar, juga terasa nyeri karena adanya timbunan air dan garam yang mendesak saraf sensoris. Selain itu, pembuluh darah juga makin tampak sehingga terlihat semakin hitam di daerah aerola. Puting susu juga makin menonjol. Sementara payudara makin membesar, ibu hamil tentu harus menggunakan bra yang lebih besar dan lebih kuat menyangga.

Kaki bengkak
Kaki pun akan membengkak dan cepat merasa lelah, terutama setelah usia kehamilan 20 minggu. Hal ini akibat tertekannya pembuluh darah oleh pembesaran rahim. Tekanan ini memperlambat peredaran darah pada kaki, sehingga berdiri atau duduk lama-lama akan membuat masalah. Kecuali kaki jadi cepat lelah, terjadi pula pembengkakan pergelangan kaki dan telapak kaki, terutama sesudah berdiri berlama-lama. Pada keadaan ringan, kaki bengkak dapat diatasi saat tidur posisi kaki lebih tinggi.

Mulai merasakan gerakan janin
Pada kehamilan pertama, ibu mulai bisa merasakan gerakan janin saat usia kehamilah 16-18 minggu. Bisa terasa lebih cepat bila itu bukan merupakan kehamilan pertama.

Pertambahan berat badan
Setelah mual dan muntah tidak terjadi lagi, maka pertambahan berat badan pun akan mulai terjadi. Kenaikan normal pada 5 bulan pertama kehamilan, naik 1 kg tiap bulannya. Sesudah usia kehamilan mencapai 5 bulan, maka kenaikannya harus 2 kg per bulan.

Selain itu, kalau ibu punya kelainan jantung, biasanya masalah juga mulai muncul di trimester ini karena pada saat itu beban jantung maksimal. Sirkulasi darah makin lama makin meningkat, bahkan konon peningkatan volumenya hingga 60 persen.

PERUBAHAN DI TRIMESTER III

"Perubahan fisik yang besar di trimester III adalah kaki bengkak, hiperpigmentasi di daerah perut, serta vagina serasa mau copot karena adanya kepala yang menekan daerah tersebut," terang Achmad. Selain itu, perubahan yang kerap terjadi adalah:

Sakit punggung dan pinggang
Kehamilan juga kadang mengakibatkan rasa pegal di punggung dan pinggang. Rahim yang semakin membesar akan mengubah pusat gravitasi dan meregangkan otot perut, sehingga menyebabkan punggung dan pinggang pun terasa sakit dan pegal-pegal. Terlebih lagi bila si ibu melakukan kegiatan mengangkat beban yang agak berat.

Untuk mencegahnya, pakailah sepatu yang nyaman, paling baik sepatu bertelapak rata atau sepatu bertumit rendah dan tidurlah di kasur yang keras. Berbaringlah dengan punggung lurus, jangan melengkung. Kalau perlu minta suami untuk mengurut punggung.

Kesulitan bernafas
Bernafas pendek-pendek merupakan hal biasa pada masa akhir kehamilan karena tertekannya diafragma oleh rahim yang makin membesar, terutama terjadi setelah kehamilan di atas 32 minggu. Selain itu, perubahan keseimbangan hormon dalam tubuh menyebabkan peningkatan pada kecepatan pernafasan. Hal itulah yang membuat ibu hamil bernafas lebih dalam dan pendek. Sesak nafas mulai mereda setelah memasuki bulan kesembilan, setelah bayi mulai mapan dalam pelvis (struktur rangka seperti baskom yang menyangga batang tulang belakang).

Jika sesak nafas mulai datang, jangan lupa untuk berdiri dan duduk dalam sikap tegak. Jika berbaring, berbaringlah dengan sikap menelentang dan letakkan kepala dan bahu di atas sebuah bantal. Untuk memberikan tambahan ruang pernafasan, angkatlah kedua lengan ke atas kepala. Bisa juga dengan bernafas perlahan-lahan dan dalam-dalam.

Mata berkunang-kunang dan pusing
Hal ini biasa terjadi kalau bangun mendadak. Saat bangun mendadak, aliran darah ke otak mengalami keterlambatan sehingga terjadi kekurangan darah di otak. Untuk itu, sebaiknya kalau bangun bertahap. Duduk dulu di tepi tempat tidur sejenak, kemudian baru berdiri atau berjalan, sehingga peredaran darah dapat beradaptasi dengan posisi baru.

Komentar
0 Komentar