Hai Bunda, daftar disini

Eka Setiyani

Eka Setiyani

Umum

Penyebab Konstipasi Pada Kehamilan

Sulit buang air besar (BAB) yang disebabkan oleh konstipasi, dialami oleh banyak ibu hamil. Normal tidak, ya. Dan apa penyebabnya?

Konstipasi adalah gangguan pencernaan berupa terhambatnya pengeluaran dari sisa-sisa makanan, akibatnya, ibu mengalami kesulitan untuk buang air besar (BAB). Biasanya, feses menjadi keras, dan perut terasa nyeri atau mulas. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah sembelit, dan dalam kehamilan, disebabkan oleh:

* Meningkatnya hormon progesteron. Hormon progesteron berperan dalam proses relaksasi pada kerja otot halus. Peningkatan hormon itu, mengakibatkan gerakan atau mobilitas organ pencernaan menjadi relaks atau lambat. Akibatnya, proses pengosongan lambung jadi lebih lama dan waktu transit makanan di lambung meningkat. Selain itu, gerakan peristaltik usus (pijatan di usus, salah satu aktivitas mencerna makanan) juga melambat sehingga daya dorong dan kontraksi usus terhadap sisa-sisa makanan melemah. Alhasil, sisa makanan menumpuk lebih lama di usus dan sulit dikeluarkan.
* Perut yang membesar. Membesarnya perut ibu hamil, menimbulkan tekanan rahim pada pembuluh darah balik panggul dan vena cava inferior (pembuluh darah balik besar di bagian kanan tubuh, yang menerima aliran darah dari tubuh bagian bawah). Penekanan itu semakin memengaruhi sistem kerja usus halus dan usus besar. Itu sebabnya, konstipasi sering terjadi pada kehamilan trimester ketiga, tatkala perut semakin besar.
* Penekanan rektum. Semakin besarnya perut, juga berdampak lanjutan, yaitu rektum (bagian terbawah usus besar) tertekan. Penekanan tersebut membuat jalannya feses menjadi tidak lancar, sehingga konstipasi terjadi.
* Kurang serat. Serat dibutuhkan tubuh untuk sistem pencernaan. Asupan serat memperlancar kerja pencernaan dalam mengurai makanan, sampai mengeluarkan feses atau kotoran. Pada orang normal sekali pun, kekurangan serat bisa mengakibatkan konstipasi. Terlebih lagi pada ibu hamil yang kondisinya khusus.
* Mengonsumsi zat besi. Konsumsi zat besi dosis tinggi, misalnya, dari suplemen, ikut andil dalam menyebabkan konstipasi.
* Tidak olahraga. Olahraga membuat tubuh sehat dan melancarkan proses metabolisme di dalam tubuh. Berolahraga secara rutin, misalnya, jalan kaki atau berenang, akan merangsang otot-otot perut dan usus, salah satunya, memicu gerakan peristaltik usus, sehingga mencegah konstipasi.

Komentar
0 Komentar