Hai Bunda, daftar disini

RITA YULIA

RITA YULIA

Umum

Pencernaan Sehat, Tumbuh Kembang Pesat

Pencernaan Sehat, Tumbuh Kembang Pesat

Setiap gangguan kesehatan pada pencernaan dapat membuat anak rentan infeksi dan peradangan yang bisa berakibat serius. Apa yang dapat dilakukan orangtua agar anak memiliki saluran pencernaan sehat untuk tumbuh kembang optimal?
Salah satu zat gizi yang diperlukan anak agar memiliki saluran cerna yang baik ialah prebiotik.

Prebiotik adalah makanan yang tidak atau sedikit dicerna, kemudian bila dimakan harus memperbaiki kesehatan kita dengan efek menstimulasi pertumbuhan dan aktivitas bakteri baik di dalam usus.

jika zat gizi tersebut hanya berupa karbohidrat yang tidak dicerna, tapi tidak menstimulasi pertumbuhan bakteri baik,maka tidak bisa disebut prebiotik. Jika bakteri atau mikroflora yang jahat berada di dalam saluran pencernaan sehingga dapat mengganggu dengan memengaruhi suasana asam di dalam saluran cerna. Selain itu, bakteri atau mikroflora yang jahat juga dapat memengaruhi keberadaan bakteri baik di dalam usus atau mendominasi keberadaannya di dalam usus.

”Ini semua dianggap bisa memengaruhi mikroflora di dalam usus yang mengganggu saluran cerna,” . Oleh karena itu, prebiotik dibutuhkan saluran cerna sejak awal kehidupan, yaitu ketika bayi baru lahir. Umumnya saat bayi lahir, keadaan usus steril. Namun, setelah beberapa saat akan terlihat perubahan. Kondisi usus bayi menyerupai usus orang dewasa yang dipenuhi berbagai macam bakteri patogen yang merugikan kesehatan.

”Bagi bayi, sumber karbohidrat yang memiliki fungsi prebiotik terbaik adalah air susu ibu (ASI). Di dalam ASI terkandung oligosakarida yang dapat membuat komposisi mikroflora atau bakteri di dalam saluran cerna didominasi bakteri baik seperti bifidobacteria dan lactobacillus,”

Di dalam saluran cerna, oligosakarida dari ASI akan difermentasi oleh bakteri untuk menghasilkan energi dan meningkatkan penyerapan air di usus besar. Selain itu, hasil fermentasi tersebut juga menghasilkan berbagai asam lemak tertentu sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen yang merugikan.

Namun, tidak semua bayi beruntung dapat memperoleh ASI.Beberapa kasus yang tidak memungkinkan ibu memberi ASI seperti ibu yang sakit dan harus mengonsumsi obat-obatan tertentu. Salah satu alternatif adalah melalui pemberian susu formula yang telah dilengkapi dengan kandungan Fruktooligosakarida (FOS) dan Galakto- oligosakarida (GOS). FOS dan GOS disebut juga prebiotik yang secara selektif merangsang pertumbuhan bakteri baik di dalam saluran cerna.

Menurut ahli pangan dan gizi , yang dimaksud dengan FOS dan GOS adalah karbohidrat kompleks atau molekul gula rantai pendek tidak dapat dicerna seluruhnya oleh sistem pencernaan manusia. Bagian yang tidak dicerna ini melewati intestine dan menjalani proses fermentasi dalam usus besar.

”Bagian inilah yang berfungsi sebagai makanan dan sumber energi bagi bifidobacteria dan lactobalcillus sebagai bakteri baik untuk berkembang biak, yang bermanfaat bagi kesehatan saluran cerna. FOS dan GOS juga berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri patogen atau bakteri jahat yang merugikan,

Asam Lemak untuk Perkembangan Otak

TAK hanya kesehatan pencernaan, perkembangan kecerdasan anak juga tak kalah penting. Keduanya memegang fungsi vital bagi proses tumbuh kembang bayi yang optimal. Tahun pertama kehidupan adalah masa yang paling menentukan bagi kecerdasan seseorang.

Pada periode ini otak dan sistem saraf tumbuh paling cepat dan ukuran otak telah berkembang menjadi tiga kali lipat pada saat bayi genap berusia satu tahun. Khusus untuk menunjang perkembangan sistem saraf pada otak, bayi dan anak-anak membutuhkan zat gizi DHA dan LA. DHA (docosahexaenoic acid) dan LA (linoleic acid) merupakan prekusor dari AA (arahidonic acid).

Keduanya dibutuhkan sebagai jenis lemak asam lemak tak jenuh ganda rantai panjang yang berfungsi sebagai komponen utama pembentukan membran sel otak. pertambahan sel neuron pada otak terbentuk sejak manusia masih berada dalam kandungan hingga usia tiga tahun. Sel neuron dalam otak berfungsi untuk menyimpan memori.

”Kalau bayi kekurangan zat gizi DHA dan AA, maka sel neuron yang terbentuk juga sedikit sehingga kemampuan menyimpan data juga terbatas,. Komponen utama dari membran sel neuron adalah lemak. Itulah sebabnya bayi perlu diberi asupan lemak dalam jumlah memadai agar perkembangan otaknya maksimal.

Namun, tidak semua jenis lemak memiliki manfaat ini. Yang terbaik adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang bentuk DHA. ”DHA dan LA yang dipakai sebagai bahan untuk proses elongasi AA di otak dapat meningkatkan jumlah sel neuron sehingga meningkatkan kemampuan belajar. Anak juga akan lebih banyak menyimpan apa yang diajarkan kepada mereka,” katanya. Tentunya, ASI tetaplah sumber DHA terbaik.

Namun, jika bayi tidak dapat memperoleh ASI karena keadaan tertentu, maka bayi membutuhkan tambahan asupan DHA dari sumber lainnya. Yang dapat dipenuhi dengan pemberian susu formula yang mengandung DHA. ”Sebaiknya pemenuhan DHA harus dilakukan sejak ibu hamil. Susu untuk ibu khusus sebaiknya mengandung DHA juga.

Dari makanan sehari-hari, DHA bisa diperoleh dari ikan laut yang tidak melalui proses digoreng karena akan menghancurkan kandungan DHA. Adapun, untuk AA bisa diperoleh dari LA yang sebagian besar ada pada kacang-kacangan,

Selain untuk memasok kebutuhan sang ibu, kandungan makanan sehat dan bergizi amat dibutuhkan bagi janin yang sedang bertumbuh di dalam rahim. Begitu juga saat menyusui, kandungan gizi yang seimbang juga akan dibutuhkan untuk memasok gizi pada si buah hati melalui ASI yang diberikan


”Jaringan limfoid yang terbesar dalam tubuh manusia ialah jaringan yang ada dalam usus.Karena itu wajar kalau saluran cerna sangat berperan selain pada sistem pertahanan saluran cerna, juga pada sistem pertahanan tubuh secara keseluruhan,”. Jika fungsi pencernaan terganggu, maka kemampuan untuk menyerap nutrisi menurun dan daya tahan tubuh pun merosot. Selain itu, timbul rasa kembung pada perut karena bakteri jahat meningkatkan produksi gas dalam saluran cerna.

Ditambah masalahmasalah lainnya seperti diare, gastritis, dan konstipasi. ”Terganggunya pencernaan juga membuat bayi rentan mengalami infeksi dan peradangan yang berakibat serius,”

....Sumber dr kumpulan artikelku..


Komentar
0 Komentar