Hai Bunda, daftar disini

Lia Prawita Sari

Lia Prawita Sari

Umum

PERUT BAYI, Kok, BUNCIT?

Kita harus tahu cara membedakan penyebabnya yang normal dan tidak.

Selama bulan-bulan pertama, bayi bernapas menggunakan otot perut. Coba deh perhatikan, kala bernapas perutnya tampak naik-turun. Di masa ini pula terjadi tekanan yang tinggi dalam rongga perutnya. Mengapa? Rupanya karena organ-organ dalam tubuh bayi tengah berkembang, seperti hati, usus, dan lambung. Sementara, ruang tempat tumbuhnya masih terbatas.

Ditambah lagi, kulit, lemak maupun dinding otot perutnya masih tipis dan lemah sehingga belum bisa menahan dorongan organ-organ di dalam rongga perut. Jadi, jangan heran kalau ukuran perut bayi kelihatan lebih besar dan melebar ketimbang dadanya. Singkat kata, perutnya jadi tampak buncit.

Tak perlu khawatir berlebihan. Itu kondisi yang normal. Seiring pertambahan usianya akan terjadi keseimbangan antara perut dan dada. Otot perutnya terbentuk makin kokoh, sehingga mampu menahan daya dorong organ-organ dalam rongga perut. Volume ruang perutnya pun terus berkembang semakin luas diiringi pertumbuhan kulit dan lemak yang kian menebal. Di saat itulah, bayi tak lagi bernapas menggunakan otot perut, melainkan dengan otot dadanya. Perlahan tapi pasti perut si kecil tak lagi terlihat buncit dengan sendirinya.

DETEKSI DINI
Meski begitu, ada juga bayi berperut buncit yang tak normal. Kebanyakan gangguan di seputar perut ini disebabkan pembesaran organ tubuh di dalam perutnya. Misal, pembesaran hati, limpa, ginjal, atau tumor di perut.

Cara membedakan buncit yang normal dan tidak bisa diketahui dari bentuk perut maupun gejala-gejala yang muncul. Contoh, bila organ hati yang bermasalah dan mengalami pembesaran, si kecil akan tampak kuning. Perut bagian kanannya terasa keras. Bila kelainan berkaitan dengan masalah darah, thalasemia katakanlah, selain perut membesar, organ limpanya pun membesar. Bayi juga tampak lemah dan pucat. Saat perut bagian kiri diraba terasa keras.

Bila ditemui tanda-tanda tersebut, segera berkonsultasilah dengan dokter. Dokter pada umumnya dapat melakukan perabaan perut dan dapat mengetahui bila ada penyebab khusus perut yang tampak buncit tersebut. Bila diperlukan dapat diperiksa lebih lanjut dengan USG perut dan bila perlu dilanjutkan dengan CT scan.

Pemeriksaan yang cermat diperlukan untuk membedakan apakah perut buncit itu dikarena penyakit atau karena variasi normal pada bayi. Bila ditemukan adanya penyakit, pengobatannya tentu bergantung pada penyakitnya. Sebagian dapat diatasi dengan obat-obatan sehingga kembali normal, ada pula yang memerlukan operasi.

Buncit KARENA PENYAKIT
Berikut ini beberapa penyebab kelainan pembesaran perut, yaitu:

Hirschsprung
Kelainan ini terjadi di usus besar, yaitu tak adanya persarafan yang mengatur pergerakan usus bagian bawah. Akibatnya makanan yang masuk tak bisa keluar menuju anus dan membuat kotoran menumpuk sehingga menyumbat usus bagian bawah. Bayi akan mengalami kesulitan buang air besar. Tindakan medis yang dibutuhkan adalah operasi.

Kolestasis
Kolestasis terjadi akibat gangguan aliran empedu. Gejala yang muncul di antaranya air seni berwarna cokelat atau kuning tua, tinja tampak putih dan bayi terlihat kuning. Kolestasis dibagi menjadi dua, yaitu: kolestasis akibat kelainan di dalam hati dan di luar hati. Kolestasis akibat kelainan di dalam hati, penyebabnya bisa infeksi dan bisa juga noninfeksi. Kolestasis akibat kelainan di luar hati, disebabkan karena adanya kerusakan pada saluran empedu ataupun kista di saluran empedu. Kolestasis yang menyebabkan pembesaran perut dapat karena pembesaran hati itu sendiri atau pembesaran saluran empedu di luar hati berupa kista saluran empedu. Kolestasis di luar hati umumnya memerlukan tindakan bedah, sedang yang lain umumnya diberikan terapi obat saja.

Tumor
Tumor yang mungkin terjadi dalam perut anak antara lain tumor ginjal (Wilm's Tumor), teratoma, neuroblastoma (tumor anak ginjal), atau limfoma malignum (tumor kelenjar). Kasus-kasus ini relatif lebih jarang terjadi. Gejalanya bayi tampak pucat dan berat badannya turun. Perut menekan usus sehingga sulit buang air besar. Tindakan yang dilakukan adalah pembedahan. Ginjal yang membesar (hidronefrosis) juga dapat menyebabkan perut terlihat membesar.

Komentar
3 Komentar
Septiawati Suwarno
Septiawati Suwarno -

oo.. gitu ya bun..sy kira perut bayi anak sy.. ternyata tidak... thx infonya bun...

Nurasiah S. Pd
Nurasiah S. Pd -

the good artikel.. thank's

Fitri Octaria
Fitri Octaria -

bermanfaat banget bunda...makasi ya...