Hai Bunda, daftar disini

Evy Wrastarini

Evy Wrastarini

Umum

Menangis di depan anak, baik ga ya...

kadang2 wkt mau menidurkan malam si kecil saya suka menangis, krn teringat kakanya yg 7 bln lalu meninggal hati saya sakiit bgt slalu terbayang terus, hampir tiap malam saya menangisi kepergian anakku, sampai2 si kecil nanya 'mamah nangis ya..?' saya jawab 'Iya de lg inget Aa kamu...' sambil saya memeluk si kecil dan slalu tiap malam saya berdoa 'Ya Allah kau boleh ambil apapun dari ku tapi jangan pernah kau ambil anakku lagi'

Komentar
6 Komentar
Sri Bulan H Siallagan
Sri Bulan H Siallagan -

Memang tak ada yg lebih berharga ya Bun..dibanding para malaikat kecil kita itu..Tapi kan mereka milik Sang Pencipta...cobalah untuk ikhlas..mudah2an Bunda jadi gak sedih lagi dan si Dede juga gak bingung lagi melihat Bundanya menangis...Sabar ya Bun...masih ada Dede yg harus diperjuangkan....

Eviana E.p
Eviana E.p -

Semoga Allah memberi kekuatan pada bunda Evyluuna dalam menghadapi ujian ini. Saya mengerti dan ikut sedih terhadap apa yang menimpa bunda. Hanya saja menangis didepan anak sebaiknya tidak dilakukan paling tidak untuk saat ini. Biarlah kesedihan itu menjadi milik kita, biarlah dunia ceria menjadi bagian hari-hari anak kita. Kelak ada waktunya kita berbagi tentang ragam kehidupan bersama anak-anak kita.

Susiyati Idris
Susiyati Idris -

Turut berdukacita buat bunda evyluuna, semoga bunda selalu tabah dan kuat, semangat terus bunda...........tapi nangisnya dikurangi bun....biar sikecil tidak merasa kok bundanya sedih terus ya tiap malam.

Dwi Widiastuti
Dwi Widiastuti -

harus tetap semangat menjalani hidup, walaupun anak kita sdh meninggal kita harus punya harapan karena anak adalah titipan Tuhan. Kita ga tau secepat itu anak kita dipanggil oleh yang Maha Kuasa namun ibu masih memiliki harapan dengan anak kita yang masih hidup..

PakarPsikologi FrisianFlag
PakarPsikologi FrisianFlag -

Dear Bunda, ada positifnya untuk menangis di depan anak kalau memang betul ada alasan yang sangat kuat. Kesedihan karena si kakak meninggal memang sangat berat, sehingga bisa jadi alasan yang sangat kuat kenapa Bunda sulit menahan tangis di depan adik. Adikpun jadi belajar bahwa kehilangan seseorang yang sangat dicintai memang menyedihkan dan wajar ditangisi, bahkan menangis jadi satu cara sehat untuk mengekspresikan kesedihan.

Namun Bunda, ini tak boleh terlalu lama waktunya. Waktu 7 bulan ada yang menyebut sebentar, ada juga yang menyebut lama. Namun kalau Bunda merasakan tanda-tanda:
- Perasaan bersalah yang sangat kuat
- Pikiran ingin bunuh diri
- Merasa tak berharga
- Merasa cepat lelah, tak berenergi, lebih suka tiduran saja tanpa melakukan apapun sepanjang hari
- Jadi kesulitan untuk mengerjakan tugas sehari-hari
- Mendengar suara (biasanya berhubungan dengan yang meninggal) yang tak didengar orang lain, atau melihat (yang meninggal) yang tak dilihat orang lain

Jika sudah merasakan beberapa tanda di atas, sebaiknya Bunda segera membuat janji dengan psikiater untuk mendapat pengobatan antidepresan, dan janji dengan psikolog untuk membuat Bunda bisa berpikir lebih positif dan tak terus tergerus dengan pikiran sedih.

Kalau dalam keseharian Bunda terlihat depresi, sulit lho buat anak (si adik maksudnya) untuk tumbuh normal dalam suasana yang kondusif. Akhirnya ia justru akan mengembangkan beberapa model kepribadian yang kurang pas. Kasihan dia kan. Coba Bunda cek dulu kondisi di atas, dan silahkan bertanya lagi.

Helnih Helnih
Helnih Helnih -

ibu sesedih apapun perasaan ibu,tapi di depan anak usahakan selalu bersikap tegar,senang & semangat.agar anak tumbuh menjadi anak yang riang,dan pantang menyerah.jangan sedih lagi yach ibu.....