Hai Bunda, daftar disini

ZAIMATUL FARDA

ZAIMATUL FARDA

Umum

Main bola untuk usia 2 - 3 tahun

Nah.... jangan bersedih hati bund...jika tadi usia 1-2 thn, pasti ada yang py sikecil usi1a 2- 3 thn, nih... ada artikelnya juga lho.... bund... jadi bisa buat refrensi saat membelikan bola buat sikecil n dapat ilmu bermain bola sesuai usia sikecil kita. Biasanya Di tahapan usia ini umumnya anak sudah terampil berjalan dan berlari. Keseimbangan mereka pun cukup baik, termasuk ketika bertumpu pada satu kaki. Berikut beberapa alternatif permainan bagi batita akhir yang biasanya sudah terampil memanjat, berlari, meloncat-loncat, melambungkan bola ke atas ataupun menendang bola dari jarak agak jauh.

1. Menendang Bola

* Jenis/ukuran/bahan bola yang digunakan:

Pilih bola berukuran sedang atau sebesar ukuran bola sepak, terbuat dari plastik atau kain lembut karena tidak keras atau menyakitkan ketika anak menendangnya.

* Tempat bermain:

Carilah lokasi bermain yang cukup empuk, semisal yang berkarpet di rumah atau berumput tebal di luar rumah. Baik juga bila sesekali mengajak anak ke fasilitas umum berupa lapangan di kompleks perumahan yang memungkinkan anak belajar bermain bersama anak-anak lain seusianya dimana mereka akan mulai belajar mengenal konsep kepemilikan, konsep berbagi, bersosialisasi, dan sebagainya. Namun sebaiknya pilih lokasi yang tidak terlalu ramai agar pengawasan dan pendampingan bisa maksimal.

* Cara bermain:

Buatlah gawang mini berukuran 1 meter. Orangtua memosisikan diri menjadi penjaga gawang dan anak sebagai penyerang. Posisikan bola berjarak 2—3 meter (atau 1—2 meter, sesuai dengan kemampuan anak) jauhnya dari gawang, lalu minta anak menendang bola mengarah ke gawang. Tak harus dengan tendangan langsung yang pasti belum bisa dilakukan anak usia ini, melainkan dengan tendangan-tendangan kecil yang dilakukannya sambil berlari kecil. Jadi, kalau hasil tendangannya melenceng, ya maklumi saja. Yang penting, kedepankan unsur fun.

* Manfaat:

Melatih kemampuan motorik batita, terutama kakinya.
Membantu memperkuat otot-otot kaki si kecil untuk berbagai keterampilan, yakni berjalan, berlari, melompat, loncat-loncat, dan memanjat-manjat.
Anak jadi menyadari kalau kakinya bisa dimanfaatkan untuk menendang bola.
Melatih koordinasi sekaligus memperkuat otot-otot matanya. Karena saat menendang bola, mata si kecil akan mengikuti ke mana bola bergerak.
Anak diperkenalkan pada aturan permainan.



2. Melambungkan Bola

* Jenis/ukuran/bahan bola yang digunakan:

Pilih bola berukuran sedang atau sebesar ukuran bola voli, terbuat dari plastik atau kain lembut.

* Tempat bermain:

Pilih lokasi bermain yang empuk, semisal berkarpet di dalam rumah atau berumput tebal di luar rumah.

* Cara bermain:

Berdirilah dengan jarak sekitar 1 m dari anak dan bersiaplah untuk menangkap bola dari anak. Minta anak melambungkan bola (melempar ke arah atas) kepada orangtua. Sebagai variasi, boleh-boleh saja sesekali mengambil posisi duduk.

* Manfaat:

Melatih kekuatan otot-otot tangan anak karena ia harus mengangkat kemudian melemparkan objek.
Belajar mengoordinasikan gerakan tangan dan penglihatannya karena saat melambungkan bola ia harus mengarahkan perhatiannya agar tepat sasaran.
Belajar menentukan arah secara tepat yang berarti juga mengasah kecerdasan spasialnya.



3. Bola Gelinding

* Jenis/ukuran/bahan bola yang digunakan:

Bola berukuran sedang yang mudah digenggam anak sekaligus berbahan ringan, semisal bola plastik atau karet.

* Tempat bermain:

Bisa dilakukan di dalam ruang atau di ruang terbuka. Pastikan keamanannya!

* Cara bermain:

Gunakan tali panjang untuk membuat jalur khusus sepanjang 1—2 m seperti pada permainan boling. Kemudian minta anak untuk menggelindingkan bola ke arah sasaran (misal,dengan menempatkan tumpukan kardus kosong atau beberapa botol air kemasan yang dijajarkan) melewati jalur khusus tadi. Namun, jangan kaget bila kebanyakan batita lebih mudah melempar daripada menggelindingkan bola karena menggelindingkan bola membutuhkan lebih banyak fokus dan kontrol diri.

* Manfaat:

Mengembangkan koordinasi tangan dan mata. Skill ini penting tidak hanya untuk melempar/menggelindingkan bola, tapi juga sebagai ajang mengasah keterampilannya untuk makan sendiri, menggambar, menulis, dan keterampilan lain yang membutuhkan koordinasi tangan dan mata.
Media pembelajaran untuk mengenalkan konsep bulat yang merupakan salah satu bentuk geometris. Pembelajarannya tak harus formal, katakan saja, "Tuh Dek, lihat deh, bolanya bisa menggelinding karena bentuknya bulat." Atau, "Kalau bentuknya kotak, pasti kamu enggak nyaman memegang bolanya."
Mengasah kecerdasan spasial dengan menentukan arah.



4. Mandi Bola

* Jenis/ukuran/bahan bola yang digunakan:

Bola-bola kecil (namun tidak sekecil bola bekel) terbuat dari plastik yang aman bagi kulit dan pernapasan.

* Tempat bermain:

Di arena bermain yang biasanya terdapat di pusat-pusat perbelanjaan atau taman bermain.

* Cara bermain:

Minta anak masuk ke dalam “kolam” bola. Bila memungkinkan minta izin ke pihak pengelola untuk mendampingi. Kalaupun tidak memungkinkan mendampingi, setidaknya selama anak berada di dalam area bermain, pastikan ada petugas yang mendampingi dan mengawasi agar anak jangan sampai "tenggelam" dalam timbunan bola. Idealnya, kolam mandi bola untuk batita harus dipisahkan dari kolam serupa untuk anak prasekolah mengingat si prasekolah biasanya sudah jauh lebih gesit melompat dan meloncat atau terjun bebas tanpa memerhatikan ada atau tidak orang lain yang mungkin bakal celaka karena ulahnya.

* Manfaat:

Lebih paham tentang konsep warna dan bentuk.
Anak akan mengalami sensasi yang beragam. Contoh, "Oh seperti ini rasanya berenang dalam kolam bola. Beda dengan kolam air yang bisa membuatku gelagapan kemasukan air."



5. Bola "Basket"

* Jenis/ukuran/bahan bola yang digunakan:

Bola berukuran sedang atau sebesar ukuran bola kasti/tenis. Pilih yang bermateri tidak keras dan anak pun cukup mudah melemparkannya.

* Tempat bermain:

Bisa di dalam atau di luar ruangan. Pastikan keamanannya!

* Cara bermain:

Tak 100% seperti permainan bola basket karena permainan ini menggunakan keranjang cucian sebagai "basket"-nya. Minta anak duduk atau berdiri sejauh 1—1,5 m dari keranjang pakaian yang kosong. Tunjukkan caranya memasukkan bola ke dalam keranjang, lalu biarkan dia mencobanya sendiri.

* Manfaat:

Membantu mengembangkan koordinasi tangan dan mata.
Belajar mengatur power dan akurasi supaya bolanya bisa mencapai keranjang sasaran.

Catatan:

Jika kemampuan melempar tak dikembangkan dengan baik, kelak saat bersekolah anak akan bermasalah dengan aktivitas menulis yang melibatkan gerak bahu, lengan bawah, tangan dan jari-jari tangan. Tulisannya akan tampak terlalu tebal/menekan sehingga tembus ke halaman sebaliknya. Agar anak tak frustrasi jika lemparannya selalu gagal, sesekali orangtua bisa membantunya memasukkan bola ke dalam keranjang dengan mengarahkan keranjang tersebut ke arah lemparan bola si kecil.

Sekarang ge weekend saatnya main sama sikecil, silahkan dicoba bund....

Komentar
2 Komentar
ZAIMATUL FARDA
ZAIMATUL FARDA -

coba saya carikan ya bund.... tapi usia 4,5 biasanya perkembangan saraf dan motoriknya kan sdh bagus, klu mnrt saya putra bunda@chanifah sdh mahir main bolanya hehehehe

Al_chanifah
Al_chanifah -

untuk usia 4,5 tahun ada gak bunda?