Hai Bunda, daftar disini

Febrianti Budiman

Febrianti Budiman

Umum

Lima Cara Merangsang Kemampuan Otak Anak

Anak adalah sumber daya yang paling berharga di dunia. Kita harus mencintai, merawat dan membantu mereka belajar dan berkembang. Ada hal-hal tertentu yang bisa dilakukan orangtua yang akan memberi efek positif dan permanen pada kemampuan seorang anak untuk belajar.

Penelitian menunjukkan bahwa otak bayi saat lahir memiliki 100 milyar sel saraf, atau neuron. Neuron tumbuh dan berhubungan dengan neuron lain yang mengendalikan berbagai fungsi seperti melihat, mendengar dan bergerak. Jika otak anak tidak dirangsang sejak lahir, neuron tidak berkembang atau bahkan hilang, hal ini dapat mengganggu kemampuan seorang anak untuk belajar dan berkembang.

Berikut ini adalah lima hal yang dapat dilakukan orangtua untuk merangsang kemampuan otak pada anak :

Bersikaplah hangat, penuh cinta dan responsif Anak-anak yang menerima pengasuhan yang hangat dan responsif, seperti menyentuh, goyang, berbicara dan tersenyum, akan dapat bergaul lebih baik dengan anak-anak lainnya dibandingkan dengan anak-anak yang diasuh secara kurang hangat.
Luangkan waktu untuk berbicara, membaca dan bernyanyi pada anak Anda Berbicara dan bernyanyi tentang kejadian sehari-hari. Bacakan cerita dan berikan dorongan kepada anak Anda untuk berpartisipasi dengan menjawab pertanyaan, menunjuk apa yang mereka lihat di buku atau dengan mengulangi sajak dan nyanyian.
Mendorong eksplorasi bermain pada anak Anak-anak belajar lewat bermain. Blok bongkar pasang, kesenian dan berpura-pura semua membantu anak-anak mengembangkan rasa ingin tahu, kemampuan bahasa, kemampuan memecahkan masalah dan logika matematika pada anak.
Disiplinlah dalam mengajar Orangtua perlu menetapkan batasan-batasan dalam mengajari anak-anak, yaitu dengan tidak menghukum mereka. Sebagai contoh, beri peringatan kepada anak Anda tentang kesalahan yang ia buat dengan tetap menunjukkan kasih sayang, Anda dapat mengatakan "Aku mencintaimu, tapi aku tidak menyukai apa yang kamu lakukan". Berkomunikasi secara positif dengan mengatakan "Ayo taruh kakinya di lantai," bukannya mengatakan "Cepat turun dari kursi".
Pilih penitipan anak yang berkualitas dan tetaplah terlibat di dalamnya Setelah memilih tempat yang sesuai untuk anak Anda, tetaplah terlibat di dalamnya. Anda dapat berkunjung secara tiba-tiba. Mintalah laporan kemajuan perkembangan anak Anda. Lihat kurikulum yang tepat untuk membimbing rasa ingin tahu, kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah pada anak Anda.

Komentar
0 Komentar