Hai Bunda, daftar disini

Siti Muntiah

Siti Muntiah

Umum

Jika ASI Tidak Keluar

k Keluar
Print This Page
Send to Friends
Jika ASI Tidak Keluar

ASI susah keluar kadang bukan karena faktor medis. Justru, kebanyakan hal itu dipengaruhi oleh faktor psikologis. Apa saja dan bagaimana mengatasinya?



Wanda merasa ia bukan ibu yang baik. Sebab, ia mengaku tak bisa memberikan ASI pada buah hatinya. Menurutnya, ASI-nya tak mau keluar. Untunglah, ia bertemu dengan Dewi yang segera menasihatinya. “ASI-mu bukannya tak mau keluar, mungkin saja usahamu yang kurang keras. Cobalah rileks dan yakinlah bahwa kamu bisa menyusui, pasti akan keluar,” anjur Dewi pada Wanda.

Bunda, masalah ASI susah keluar atau bahkan tidak keluar sama sekali memang sering jadi alasan untuk tidak memberikan ASI pada si kecil—selain alasan kesibukan tentunya. Padahal, ASI itu hak buah hati kita loh. Nah, jika menghadapi kendala seperti yang dialami Wanda, mungkin perlu dilihat lagi, apa penyebab utamanya sehingga ASI bunda tak mau keluar.

Sebenarnya, beberapa penyebab ASI tak mau keluar kebanyakan memang karena faktor psikis. Jika memang sejak awal diniatkan dan diyakini untuk memberikan ASI, pastilah susu juga akan keluar. Makin kurang persiapan, tekanan pada pikiran, atau—bahkan— ketidakmauan karena berbagai alasan, akan menghambat keluarnya ASI. Tapi, pada umumnya, masalah tidak keluar atau terhambatnya ASI dikarenakan dua hal:

• ASI Kepenuhan
Kadang, jika posisi menyusui kurang benar, maka bisa jadi produksi ASI dalam payudara menjadi berlebih, tapi tak semua keluar. Ini membuat ASI tak bisa keluar sepenuhnya. Ini bisa jadi mengakibatkan payudara menjadi bengkak dan akhirnya akan menghambat pengeluaran ASI. Pada kondisi ini biasanya payudara akan tampak berkilat, tegang, dan lebih keras. Sedangkan puting akan bengkak dan merekah.

Bengkak ini bisa jadi menjalar hingga ketiak dan bahkan sampai leher. Jika sampai kondisi ini terjadi, biasanya payudara menjadi terasa panas dan sakit bila dipegang. Faktor ini biasanya yang akan menghambat keluarnya ASI.
Payudara yang bengkak juga akan menyulitkan buah hati kita untuk melekatkan mulutnya dengan benar saat menyusu. Ini berakibat ASI makin tak bisa keluar dengan maksimal sehingga ujungnya akan memperbanyak susu yang tak bisa keluar sehingga menyebabkan payudara makin bengkak. Jika bengkak ini tidak dirawat, payudara akan mengirimkan sinyal ke otak dan otak akan berhenti melepaskan hormon prolaktin. Ketika kadar hormon prolaktin turun, payudara berhenti memproduksi ASI lebih banyak.

• Saluran ASI Tersumbat
Perlu bunda tahu, sebenarnya kelenjar air susu pada bunda memiliki 15-20 saluran ASI. Nah, biasanya memang ada saja saluran yang—oleh karena suatu sebab—menjadi tersumbat sehingga mengurangi kelancaran ASI. Beberapa hal yang mungkin membuat saluran tersumbat di antaranya yaitu tekanan jari ibu saat menyusui, posisi bayi yang kurang pas ketika menyusu, atau juga BH dan baju yang terlalu ketat. Sumbatan juga dapat terjadi karena ASI dalam saluran tersebut tidak segera dikeluarkan saat ada pembengkakan yaitu tampak seperti ada benjolan yang teraba lunak dan sedikit berwarna kemerahan. Pada bagian itu biasanya jika diraba cenderung agak sakit.

Jika bunda mengalami hal tersebut, segera tangani dengan bijak. Ini berarti, jangan sampai bunda berpikir kalau ASI-nya memang tak mau keluar. Sebab, dengan penanganan yang benar, ASI akan segera kembali jadi lancar. Beberapa hal yang bisa dianjurkan untuk menangani kondisi semacam ini di antaranya adalah:


• Jika terjadi bengkak karena ASI kepenuhan, susuilah buah hati dari payudara yang kepenuhan ini. Memang kadang agak susah, karena buah hati akan sedikit jengkel karena susunya tak lancar. Tapi, cobalah tetap berusaha, salah satunya dengan memberikan gendongan atau posisi yang lebih nyaman pada buah hati. Misalnya, dengan posisi berbaring. Intinya, jangan biarkan ASI kepenuhan, untuk itu jika sudah terasa salah satu payudara sedikit mengeras, perbanyaklah menyusui pada posisi payudara tersebut.
• Lakukan juga pemijatan lembut ke arah puting pada bagian payudara yang mengalami sumbatan atau kepenuhan. Ini bisa dilakukan saat buah hati menyusui sehingga aliran ASI bisa lebih lancar keluarnya.
• Jika sudah terasa panas pada payudara, kompreslah dengan air hangat. Kompresan ini akan memberikan rasa nyaman sehingga akan membuat bunda lebih rileks. Perasaan rileks inilah yang juga akan membantu mempermudah keluarnya ASI.
• Bila perlu, peraslah ASI dengan cara manual atau dengan pompa. Ini akan membantu pengosongan ASI pada saluran yang tersumbat.
• Pastikan juga agar bunda selalu menggunakan BH atau baju yang tak terlalu ketat sehingga bisa memberikan kenyamanan saat akan menyusui.
Nah, bunda, semoga tips tadi bisa bermanfaat ya... Prenagen yakin, bunda pasti bisa kok untuk selalu memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Jadi, jangan lupa, “Say yes to ASI”

Komentar
2 Komentar
Wahyu Ning Tyas
Wahyu Ning Tyas -

Saya juga prnh mengalami hal sprti itu.ASI tak mau keluar krn payudara pnh sampai ketiak.Skt klo dipegang.Selain itu,puting saya pecah.Jd tambah sulit menyusui.Anak saya juga kesulitan,sampai2 dia marah dan slalu nangis.Jd trpksa mnm susu btol.Smua sdh saya lakukan,dr mnm suplemen,saya pompa,saya pijitin smbl diberi air hangat.Saya coba trs menerus sampai akhirnya dg trpksa saya beri susu formula dr pd anak saya kena pnykt kuning.

Hernaningtyas Nurcahya Rini
Hernaningtyas Nurcahya Rini -

Saya sependapat dengan bunda. Jadi pada saat kita memberikan ASI yakinlah kita mampu memberikan ASI yg terbaik untuk buah hati kita. Agar produksi ASI bisa banyak dan bagus, jangan lupa makan-makanan yg bergizi, terutama makan daun katuk, bisa ditambah dengan suplemen dan susu yg juga mengandung daun katuk. Jangan lupa untuk memijat payudara secara rutin. Dan jangan sampai terjadi pembengkakan payudara yang dikarenakan terlambat memberi ASI. Jikalau sang buah hati belum ingin minum ASI sebaiknya payudara yang sudah penuh dengan ASI diperas, agar payudara lancar dalam memproduksi ASi. Sesering mungkinlah Ibu menyusui buah hatinya, karena semakin sering ASI di hisap oleh sang buah hati maka ASI pun akan lebih banyak diproduksi.