Hai Bunda, daftar disini

Lafitri Hasna Nasution

Lafitri Hasna Nasution

Umum

Anak TK Belajar Huruf & Angka, Penganiayaan Terselubung??

Sebagian Taman Kanak-Kanak telah mengajarkan baca, tulis dan hitung (calistung). Selain melanggar ketentuan, hal itu juga dikhawatirkan akan berpengaruh negatif pada perkembangan jiwa anak bahkan termasuk dalam tindak penganiayaan (abuse).

Demikian diungkapkan Ketua Komisi Nasional (Komnas) Anak Seto Mulyadi di Jakarta, kemarin.

Seto mengungkapkan, berdasarkan UU Sistem Pendidikan Nasional (Sidiknas) No 20 tahun 2003, TK masuk dalam sistem pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan titik berat pembelajaran moral, nilai agama, sosial, emosional dan kemandirian. Semua nilai-nilai tersebut ditanamkan melalui metode pembiasaan.

UU tersebut, kata Seto, sama sekali tidak menyebutkan TK sebagai sarana persiapan bagi anak sebelum memasuki SD. Begitu pula dengan pembelajaran huruf dan angka, jelas-jelas tidak masuk dalam kurikulum TK. Sehingga, pendidikan calistung dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap aturan.

Namun, lanjut Seto, pada prakteknya, pelanggaran itu terjadi di sebagian besar TK. Hal itu ditenggarai terkait dengan tuntutan mayoritas SD yang mengharuskan calon siswanya telah menguasai calistung.

“Orang tua kemudian balik menuntut pengelola TK. Mereka ingin anaknya dipersiapkan seoptimal mungkin agar tidak terhambat masuk SD. Inilah lingkaran kekeliruan yang pada akhirnya menjadikan anak sebagai korban. Akhirnya TK bukan menjadi sarana belajar sambil bermain, tapi belajar sambil menangis,” kata Seto yang juga anggota Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP).

Padahal, kata Seto, secara ilmiah anak-anak dibawah usia sekolah belum siap diajarkan calistung. Anak-anak TK tidak boleh dibebani target, melainkan diberi kesempatan bermain sepuas-puasnya. Sementara, pembelajaran tentang nilai-nilai kehidupan diberikan dengan metode tematik yang mudah difahami.

Seto menegaskan, sebagai upaya mengembalikan hak-hak anak yang dianggap kini terampas oleh sistem pendidikan yang salah, pada 2006 mendatang BSNP akan mengeluarkan regulasi yang merombak sistem pendidikan kelas satu hingga tiga SD. Aturan itu akan merubah sistem pembelajaran berpola tematik, seperti yang diterapkan pada murid TK. Pembahasan pelajaran akan disederhanakan, disesuaikan sengan usia anak yang masih belia.

Aturan tersebut, kata Seto, kini tengah digodok BSNP dan rencananya tahun depan akan mulai disosialisasikan. Keputusan untuk merombak aturan tersebut didasarkan atas evaluasi BSNP pada muatan kurikulum yang saat ini berlaku. Kurikulum saat ini dinilai terlalu berat, disertai target dan materi yang tidak sesuai dengan usia anak.

“Sekarang ini sekolah menjadi kewajiban yang membebani anak. Padahal, sekolah dan belajar itu hak anak. Itu yang kerap kita lupakan,” ujar Seto.

Berdasarkan pengamatan Media di sejumlah TK, selain diajarkan bernyanyi dan keterampilan unuk melatih motorik, setiap harinya murid-murid TK juga mendapat pendidikan mengenal huruf-huruf alfabet serta angka. Bahkan, anak-anak yang masih berusia empat sampai lima tahun itu juga diharuskan berlatih menuliskannya dalam buku tulis seperti halnya murid SD.

Di TK Kartika Bojong Gede Kabupaten Bogor, seluruh muridnya telah terbiasa membawa buku tulis setiap paginya. Selama tiga jam bersekolah di TK, dari pukul tujuh hingga sepuluh pagi, mereka berlatih menulis dan membaca hingga merangkainya dalam kata. Begitu pula dengan angka, selain menuliskannya, mereka juga dilatih pertambahan dan pengurangan sederhana.

” Alma sudah bisa baca sedikit-sedikit, diajar mama, tapi di sekolah juga belajar,” kata Alma , seorang murid.

Nani, orang tua Alma mengaku terkadang merasa kasihan pada anaknya karena kerap harus bersusah payah menghapal dan menulis. Padahal, memegang pinsil saja, merupakan pekerjaan berat bagi anaknya yang belum genap lima tahun. Kendati begitu, Nani mengaku tak berani menyatakan keberatannya pada pihak sekolah.

“Kalau dia tidak bisa baca tulis, ya susah masuk SD. Semua SD yang ada di sekitar sini memberi tes baca tulis pada setiap anak yang mendaftar. Ada juga yang tidak, tapi SD-nya kurang bagus,” kata Nani. Seorang guru yang mengajar di sebuah TK di Bandung mengaku dirinya kerap harus mengelus dada melihat perjuangan yang harus dilalui anak didiknya saat diajari calistung. Padahal, untuk memusatkan perhatian saja, murid-muridnya masih kesulitan.

“Mereka masih sulit berkonsentrasi. Keinginan bermain jauh lebih besar. Saya sendiri tak tega, tapi ini sudah ketentuan sekolah. Padahal, dulu tidak begini, murid saya yang saya ajar sepuluh tahun lalu tidak belajar calistung tapi sekarang sudah jadi orang semua,” kata guru yang enggan disebut namanya tersebut.

Sumber : http://ozzan.multiply.com/journal/item/76

Komentar
10 Komentar
Yusniar Sudian
Yusniar Sudian -

Anak sy jg masih TK kecil....... tapi sy jg menuntutnya u/bisa baca, bahkan gurunya sy suruh kasih pelajaran tambahan di sekolah......... Masya Allah... ternyata sy ibu yg durhaka ya???

Galuh Hapsari
Galuh Hapsari -

@ bunda Lafitri @ Salam kenal bunda, bener juga .... emang calistung bukan kurikulum wat anak TK, tp sekarang ini mana mungkin bisa masuk SD kalo blum bisa calistung ??? Bingung ya bunda...

Th ini Damar juga lulus TK, harusnya masuk SD, cuman umur 6 tahun pas akhir Juni besok. Klo denger2 pengalaman2 tahun lalu, katanya tes SD itu sekarang sulit, anak hrs menghadapi tes sendiri di ruangan dan gak cukup 1 guru ajam jadi ngeri juga..... Bingung...

Lafitri Hasna Nasution
Lafitri Hasna Nasution -

mungkin disini intinya kita nggak memaksa si anak yaa bund..like bunda semua

Lafitri Hasna Nasution
Lafitri Hasna Nasution -

@bunda murwa: itulah bund,..jd semua ortu menuntut pihak TK agar mengajar kan calistung..pdhal sbnernya itu tdk sesuai dng kurikulum TK...

Lia Prawita Sari
Lia Prawita Sari -

@ bunda murwa ; iya seh bunda tapi kalo usia TKnya pas untuk seusianya insya allah bisa kok. tergantung bagaimana didikan kita juga dirumah.

Lia Prawita Sari
Lia Prawita Sari -

@ emak nabil ; setuju juga bunda......

Siti Murwaningsih
Siti Murwaningsih -

tapi bunda ..tuntutannya sekarang kl SD sudah harus bisa calistung ...

Erlin Septiana
Erlin Septiana -

saya setuju bun karena paud/tk hanya sarana bermain, itulah knp nabil gak ku masukan ke playgroup.....kyknnya mau ku homeschooling aja deh belajar drmh yg ngajar bapak/ ibunya aja

Lia Prawita Sari
Lia Prawita Sari -

tapi setelah diinget2 bener juga tuh bund, kalo tk biasanya hanya nyanyi2, main & senang2 kalo calistung itu masuknya ke kurikulum SD.

Lia Prawita Sari
Lia Prawita Sari -

o...ow........... kalo kita ngajarin dirumah termasuk penganiayaan juga ga bunda lafitri?