Hai Bunda, daftar disini

Anie -

Anie -

Umum

10 penyakit pertama pada bayi

Sakit Pertamaku - 10 Penyakit Pertama si Buah Hati


Sakit pertama yang diderita bayi biasanya membuat orang
tua cemas. Mengenali gejala penyakit amat membantu memutuskan tindakan yang tepat pada waktu yang tepat.

Di tahun pertama, bayi normal umumnya sehat-sehat saja. Kalaupun ia sakit, hampir semua penyakitnya lazim dialami bayi pada masa itu, misalnya alergi, batuk, pilek, infeksi telinga, atau ruam popok. Tapi kenapa ya, orang tua selalu saja cemas? Dan di tengah kecemasan, rasanya sulit sekali ambil keputusan. Diberi apa? Kapan harus ke dokter - sekarang juga atau tunggu besok pagi?
Anda boleh mengikuti naluri tajam Anda atau pasangan untuk ambil keputusan kala si kecil sakit. Misalnya, tindakan apa yang harus dilakukan? Kapan tindakan tersebut dilakukan? Tapi akan lebih baik lagi kalau naluri itu didukung pengetahuan yang cukup tentang penyakit bayi. Nah, informasi berikut ini semoga membantu Anda mengenali penyakit si kecil.



1.Batuk-Pilek

 Gejala : Hidung berair, kadang tersumbat, lalu diikuti batuk dan demam. Penyakit ini bisa muncul sepanjang tahun.
Perawatan : Bila sangat mendesak (misalnya bayi tidak dapat bernapas) beri obat tetes hidung 1-2 tetes di setiap lubang hidung. Lalu keluarkan lendir dengan 'bola penyedot'. Bila
lendir sudah mengeras, Anda bisa memakai obat tetes hidung untuk melunakkannya. Saat bayi tidur, posisikan kepala lebih tinggi dari badan, atau telungkupkan badannya. Untuk
mengurangi penyumbatan hidung, jauhkan sementara bayi dari ruangan ber-AC.
Durasi : 2-3 hari. Jika batuk berlangsung lebih dari 3 hari, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

2.Infeksi Telinga

 Gejala : jika infeksi sudah sampai di telinga bagian tengah, bayi akan merasa nyeri, terutama di malam hari, sehingga jadi rewel. Bayi juga akan mengalami demam ringan atau sangat tinggi, letih, dan mudah marah. Telinganya mungkin mengeluarkan bau tak sedap.
Perawatan : Jangan mencoba merawat sendiri. Segera bawa ke dokter dan gunakan obat tetes telinga jika diresepkan, secara teratur.
Durasi : 2-3 hari

3.Diare

 Gejala : Muntah, tanpa atau disertai demam. Tinja encer dengan frekuensi pengeluaran lebih dari 3 kali sehari.
Perawatan : Tingkatkan pemberian ASI. ASI mengandung bahan yang mampu membunuh mikroorganisme penyebab diare. Jika bayi sudah diberi makanan selain ASI, ubah pola makannya dengan mengurangi makanan padat atau susu formula. Jika ingin memberi obat antidiare, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Agar bayi terhindar dari iritasi karena terus menerus terpapar tinja, lindungi bokong bayi dengan mengganti popok segera dan mengolesi salep.
Durasi : 2-3 hari. Diare yang parah (frekuensi lebih dari 3 kali) sebaiknya segera diperiksakan ke dokter agar tubuh bayi tidak kekurangan cairan.

4.Batuk disertai Sesak Napas

Gejala : Susah bernapas, terdengar suara mendecit dan batuk terus menerus dan kadang disertai demam.
Perawatan : Untuk melegakan pernapasan bayi, gunakan uap air hangat. Jika memungkinkan, ajak bayi berjalan-jalan ke luar rumah.
Jika sesak napas tak berkurang 20 menit setelah diberi pertolongan,bawalah bayi ke dokter.
Durasi : 2 hari.

5.Muntah

 Gejala : Bayi mengeluarkan kembali susu yang diminumnya.
Perawatan : Sendawakan bayi, ubah posisi tidurnya agar perut tidak tertekan. Jika bayi sering muntah atau terlihat membiru, bawa segera ke dokter.
Durasi : 1 hari.

6.Sakit Tenggorokan

Gejala : sukar menelan, kadang disertai demam ringan.
Perawatan : Jika bayi sudah mulai deberi makanan pendamping ASI, beri ia makanan dan minuman yang bersifat mendinginkan, misalnya jus buah, sayur bening. Pastikan bukan makanan atau minuman yang asam.
Durasi : 2 hari.

7.Alergi
 
Gejala : Tergantung bagian tubuh atau sistem tubuh bayi yang meradang karena sensitivitas yang tinggi. Jadi bisa saja berupa bercak kemerahan, bintik-bintik, dan sebagainya.
Perawatan : Singkirkan faktor penyebab alergi. Tanyakan pada dokter kemungkinan untuk memanipulasi lingkungan bayi, yaitu menggunakan bahan penyebab alergi pada bayi dan dosisnya diperbesar secara bertahap sehingga bayi tidak sensitif lagi.
Durasi : 2-3 hari

8.Sembelit

Gejala : jarang buang air besar, tinja keras, dan sulit dikeluarkan.
Kadang tinja disertai dengan darah. Bayi rewel karena merasa tak
enak pada perutnya.
Perawatan : Lakukan perubahan pola makan. Kurangi konsumsi makanan
padat dan perbanyak asupan cairan. Jika usia bayi di atas 6 bulan,
mulailah memberikan sayuran.
Durasi : 3 hari

9.Infeksi Saluran Kemih

Gejala : Panas tinggi, saat buang air kecil bayi menangis atau
mengejan. Jumlah air seni sedikit, tapi pengeluaran sering.
Perawatan : Tambahkan volume minum bayi. Jika bayi masih mendapatkan
ASI eksklusif, tingkatkan frekuensi menyusu.
Durasi : 2 hari.

10.Ruam Popok

Gejala : kulit kasar, terdapat lingkaran di sekeliling popok
seperti luka kecil.
Perawatan : Pastikan kulit bayi selalu dalam keadaan bersih
dan kering. Kalau perlu, oleskan salep antijamur.
 Durasi : 2-3 hari.

 

Gejala yang Tak Boleh Diabaikan

?

Segera bawa ke dokter jika bayi mengalami salah satu gejala di bawah ini :

1.Demam lebih dari 38,5 derajat Celcius pada bayi di atas usia 2 bulan

2.Demam pada bayi di bawah usia 2 bulan

3.Jumlah atau frekuensi buang air kecil menurun

4.Demam selama 48 jam tanpa gejala lain

5.Menolak makan dan minum

6.Kerewelan yang luar biasa

7.Diare yang disertai darah

8.Muntah terus menerus

9.Susah bernapas

10.Sulit menelan

Komentar
4 Komentar
Titik Prasetijani
Titik Prasetijani -

thx infonya, sangat bermanfaat

Fitri Auliani
Fitri Auliani -

anak saya sdh mengalami sebagian,semoga sisanya nggak... :)

Anie -
Anie - -

Wah klo saya, mdah2an ga smuanya. Hehehehe.... Abisnya azyy baru umur 2bln stngah. Msh khawatir bund....

MUGI RAHAYU
MUGI RAHAYU -

sebagian besar anak sy sudah mengalami itu bun..