Tahun-tahun pertama merupakan kurun waktu yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan secara fisik, perkembangan kecerdasan, keterampilan, motorik dan sosial emosional, yang menentukan masa depan anak.

Makanan dengan gizi seimbang dengan jumlah porsi yang cukup, akan memenuhi kebutuhan energi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk perkembangan otak anak.

Tumbuh kembang otak ini berjalan pesat pada trimester terakhir, yakni saat ia berada di dalam kandungan hingga sejak bayi itu lahir, hingga ia berusia 3 tahun. Pada waktu tersebut adalah saat sel-sel korteks otak membentuk sinapsis yang banyak jumlahnya dan menjadi periode yang kritis.

Untuk itu, balita memerlukan karbohidrat yang berasal dari makanan pokok (misalnya nasi, roti, biskuit, mie dll) serta susu sebagai sumber energi utama untuk pertumbuhan otak.

Selain itu balita juga memerlukan protein untuk pertumbuhan dan pembentukan zat-zat yang diperlukan untuk proses di dalam tubuh, misalnya pembentukan hormon, sampai enzim. Bahan makanan sumber protein dapat diperoleh dari lauk-pauk seperti ikan, telur, daging, kacang-kacangan dan susu.

Di samping protein, lemak juga merupakan zat gizi yang penting untuk sumber energi, yang mendukung pertumbuhan anak yang pesat, proses belajar dan bermain anak. Ada dua jenis asam lemak yaitu asam linoleat dan asam alpha linolenat yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Oleh sebab itu, makanan yang dikonsumsi balita harus dapat memenuhi kedua jenis asam lemak ini, karena tubuh tidak dapat membuatnya sendiri.

Ada dua jenis asam lemak yaitu decosahexaenoic acid (DHA) dan arachidonic acid (ARA) yang penting untuk pembentukan membran sel di otak dan retina. Kedua jenis asam lemak ini ada di Air Susu Ibu (ASI), karenanya menyusui bayi sangat dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan zat gizi tersebut.

Susu formula untuk pertumbuhan juga dianjurkan untuk anak usia 1 sampai 2 tahun, apalagi susu ini kaya dengan asam amino Tyrosine dan Tryptophan. Tyrosine merupakan prekursor neurotransmiter catecholamines yang membantu meningkatkan penyerapan informasi. Sedangkan Tryptophan adalah prekursor neurotransmiter serotonin yang berfungsi penting dalam membantu meningkatkan kualitas tidur, dalam hal ini, tidur merupakan fase penting untuk memproses informasi di dalam otak.

Akhirnya, lingkungan yang kondusif yang menyediakan kebutuhan gizi atau kebutuhan asuh, bersamaan dengan pemenuhan asih akan membentuk konstitusi otak yang baik, sehingga siap menerima asah (stimulasi mental dini) yang didapatnya. Sehingga dapat tercipta sumber daya manusia yang berkualitas, yaitu yang kreatif, mandiri dan mahir berkomunikasi.***
Didit Damayanti, M.Sc

PERSAGI

Dampingi selalu si Kecil di masa pertumbuhannya dan bagikan momen-momen istimewa si Kecil di Momen Wow. Menangkan hadiah senilai jutaan rupiah dan dapatkan kesempatan menjadi bintang iklan Frisian Flag.