Air susu ibu (ASI) merupakan menu super istimewa yang sarat dengan nutrisi. Selain bermanfaat dalam hal nutrisi, saat menyusui ASI akan memperkuat jalinan kasih sayang antara Ibu dan si Kecil. ASI merupakan bekal berharga untuk ‘menemani’ tumbuh kembang si Kecil nanti. Namun kadangkala saat proses menyusui berlangsung, ada berbagai kendala yang timbul, bisa berupa Ibu salah posisi, rasa sakit pada payudara, atau bayi enggan menyusu dan lain sebagainya.

Ada banyak faktor yang menyebabkan kemungkinan bayi enggan menyusu dalam jangka waktu tertetu, yang kadangkala merupakan sinyal ada sesuatu yang terjadi, antara lain:
• Nyeri atau rasa tidak nyaman yang mungkin disebabkan tumbuhnya gigi, adanya sariawan dalam mulut yang terasa nyeri saat menyusu, serta infeksi telinga yang menyebabkan nyeri saat mengisap. Bisa juga disebabkan oleh rasa nyeri pada tempat imunisasi, sehingga bayi tidak nyaman dalam posisi menyusu tertentu.
• Bayi kurang sehat akibat hidung tersumbat sehingga bayi agak sulit bernapas saat menyusu.
• Stres atau perhatiannya teralihkan; hal ini disebabkan oleh penundaan menyusui atau lama terpisah dari Ibu dan mungkin lingkungan sekitarnya terlalu bising
• Terasa ada aroma dan rasa yang tidak biasa. Perubahan bau akibat sabun, parfum atau deodoran juga dapat menyebabkan bayi enggan menyusu. Rasa ASI yang berubah akibat makanan yang Ibu konsumsi, juga dapat menjadi penyebabnya.
• Jumlah ASI yang berkurang. Pemberian susu formula atau dot dapat mengurangi jumlah ASI.

Apa yang perlu Ibu lakukan?
• Tetap mencoba menyusui, misalnya dengan cara memerah ASI hingga ujung puting dan dekatkan pada mulut si Kecil serta ajak si Kecil menyusu. Bila si Kecil menolak, hentikan dan coba lagi beberapa waktu kemudian.
• Mengubah posisi menyusui yang berbeda, agar si Kecil lebih nyaman saat menyusu
• Susui si Kecil di ruang yang nyaman, tidak terlalu terang dan bersuasana tenang, sehingga perhatiannya tidak teralihkan dengan mudah
• Ibu juga bisa mencoba memberikan ASI sambil berjalan-jalan, mungkin si Kecil lebih nyaman dibandingkan bila Ibu hanya duduk dan berbaring di tempat tertentu saja.
• Ibu perlu melakukan evaluasi perubahan tertentu, misalnya apakah Ibu stres? Apakah Ibu tengah mengonsumsi obat? Adakah perubahan makanan yang Ibu konsumsi sehari-hari? Apakah Ibu memakai parfum/sabun/deodoran baru? Ibu juga perlu fokus pada perawatan diri.
• Konsultasikan dengan pakar ASI untuk membantu mengatasi kendala-kendala dalam memberikan ASI.

Ibu perlu ingat, bila si Kecil tengah enggan menyusu bukan berarti si Kecil sudah siap disapih (tergantung usia si Kecil), karena enggan menyusu ini biasanya bersifat sementara saja. Namun, bila si Kecil tetap enggan menyusu lebih dari beberapa hari lamanya, dan jumlah popok basah lebih sedikit daripada biasanya atau Ibu merasa khawatir, segera konsultasikan dengan dokter.