Ibu, orang-orang tua jaman dulu selalu menganjurkan setelah menyusu bayi sebaiknya disendawakan. Ternyata ini anjuran sangat benar, karena berfungsi untuk mengeluarkan udara yang ada di dalam perut bayi.

Biasanya udara masuk ke perut bayi bersamaan ketika bayi menyusu. Makin banyak udara yang masuk, semakin kembunglah perut bayi. Akibatnya bayi merasa tidak nyaman dan akan menyebabkan rewel.

Kondisi ini juga bisa menyebabkan muntah karena udara dan makanan yang sudah bercampur di lambung. Bahayanya, muntahan bayi bisa masuk hidung dan paru-paru yang membuat bayi tersedak.

Umumnya menyendawakan bayi perlu dilakukan hingga usia bayi 9 bulan. Setelah itu, biasanya bayi sudah bisa bersendawa sendiri. Untuk itu hal lain yang harus ibu perhatikan adalah teknik menyendawakan si Kecil dengan benar. Bagaimana caranya? Berikut adalah teknik-teknik menyendawakan si kecil:

Pegang bayi dengan posisi ibu tegak atau semi tegak, dan pada saat yang sama beri tekanan lembut di perutnya.
Ibu bisa memegang bayi dalam posisi tegak atau semi tegak. Pada saat bersamaan lakukan tekanan lembut di perut bayi. Dada dan kepala bayi menjorok ke depan. Sanggah leher lalu tepuk-tepuk lembut secara perlahan-lahan pada bagian lambungnya. Biasanya bayi sering mengeluarkan sedikit susu saat bersendawa (gumoh), jadi siapkan tissue atau kain untuk membersihkan sisa susu. Cara ini juga bermanfaat bagi bayi yang sering gumoh dalam jumlah banyak.

Namun kelemahannya, posisi seperti ini biasanya memerlukan waktu agak lama sampai bayi bisa bersendawa. Melakukannya pun relatif tidak mudah karena posisi bayi setengah duduk.

Menaruh di Pundak
Inilah cara yang banyak dilakukan Ibu karena mudah menyendawakan. Caranya, bayi digendong di pundak dengan wajah menghadap ke belakang. Lalu pegang bagian pantatnya dengan satu tangan, sedangkan tangan yang satunya memegang leher dan menepuk-nepuk punggungnya. Tidak lebih dari tiga menit, mulut bayi akan mengeluarkan bunyi khas sendawa.

Posisi Telungkup
Telungkupkan bayi di pangkuan Ibu. Lalu tepuk-tepuklah bagian punggunya. Ketika Ibu melakukannya, usahakan supaya posisi dada bayi lebih tinggi dari perutnya. Cara ini juga bisa dilakukan di boks atau ranjang si kecil. Selain membuat udara di perut keluar, posisi ini bisa membuat bayi lebih rileks.

Metode tick tock
Gerakan metode ini akan membuat udara dari lambung bayi akan keluar melalui sendawa. Caranya, pegang bayi di bawah ketiaknya. Lalu tahan bagian kepala dan leher bayi dengan jari. Setelah itu biarkan kaki bayi menjuntai/mengayun-ayun dengan bebas. Pegang bayi sehingga menghadap sejajar dengan wajah Ibu. Miringkan bayi Ibu dari samping ke samping dengan hati-hati/pelan-pelan. Saat menyendawa, buat suasana menyenangkan baginya, misalnya dengan bersenandung: tick tock-tick tock seperti suara jam. Saat bayi tampak akan bersendawa, pindahkan dari hadapan muka Ibu, terutama jika sendawa bayi disertai dengan air liur.

Selamat mencoba ya Bu.