Pikiran dan perilaku anak merupakan aspek lain dari perkembangan seorang anak. Kedua aspek ini membentuk segi psikis anak, yang juga meliputi perkembangan mental, kepribadian, emosi dan sosial. Ada banyak teori tentang perkembangan psikis anak, dan setiap teori memiliki sudut pandang yang berbeda. Salah satu teori menyebutkan bahwa pada pada usia prasekolah, anak mulai membangun memori dan imajinasinya, dan pikirannya didominasi oleh pikiran egosentris.

Anak-anak rentan dan mudah terpengaruh oleh berbagai kejadian di lingkungannya. Suatu kejadian yang dianggap sepele oleh orang dewasa bisa meninggalkan bekas yang mendalam dalam pikiran anak. Kejadian yang menurut orang dewasa sangat tidak penting, bisa sangat mempengaruhi kehidupan anak di kemudian hari. Pikiran anak juga mudah terpengaruh dan mudah berubah. Pengalaman belajar akan membentuk kemampuan berpikir anak, sedangkan pengalaman emosional akan membentuk kematangan emosi di kemudian hari. Pengalaman yang tidak menyenangkan – kekerasan, pelecehan seksual – pada masa kanak-kanak dapat mempengaruhi perkembangan seksual anak. Perceraian atau perpisahan bisa berdampak negatif terhadap perkembangan moral anak.

Memori dan kejadian pada masa kecil merupakan faktor utama yang menentukan pola kepribadian pada masa dewasa nanti. Jadi sebagai orangtua, sudah semestinya kita menciptakan memori yang indah dan kejadian yang menyenangkan agar si Kecil tumbuh menjadi dewasa yang berkepribadian menarik dan menyenangkan.