Sariawan bukan hanya dialami orang dewasa saja, ternyata anak-anak juga bisa mengalaminya. Sariawan merupakan peradangan yang terjadi dalam rongga mulut, sehingga dapat terjadi pada bagian dalam pipi, gusi, lidah, bibir, kerongkongan, atap mulut, dan/atau lantai mulut.

Sepertinya sepele ya, Bu, tetapi gangguan ini dapat membuat proses pencernaan anak terganggu. Anak dapat menjadi enggan makan atau minum, karena makanan atau minuman yang masuk ke mulut akan menyentuh bagian sariawan tersebut yang menimbulkan rasa sakit dan perih.

Sebelum mengetahui bagaimana cara mengatasi anak yang terkena sariawan, sebaiknya Ibu tahu dulu penyebab sariawan yang sering terjadi pada anak, karena kasus sariawan pada anak yang satu dengan yang lain seringkali berbeda.

• Stomatitis apthosa
Sariawan ini terjadi akibat adanya trauma, misalnya tergigit atau tergores sikat gigi saat anak menyikat gigi. Bagian dalam mulut yang lecet atau terluka dapat menyebabkan kuman masuk, dan membuat luka terinfeksi. Biasanya bila si Kecil terkena sariawan ini, maka akan timbul peradangan yang terasa sakit atau nyeri.

• Oral thrush / moniliasis
Sariawan ini disebabkan oleh jamur Candida albicans yang biasanya dijumpai dan bersarang di lidah. Jamur ini akan mudah tumbuh melebihi normal bila daya tahan tubuh si Kecil menurun dan ketika anak sedang mengonsumsi obat-obatan antibiotik.

• Stomatitis herpetic
Stomatic herpetic disebabkan oleh virus Herpes simplex. Virus ini biasa dijumpai dan bersarang di belakang tenggorokkan. Sariawan di tenggorokan terjadi jika ada virus yang mewabah dan daya tubuh si Kecil rendah. Meskipun terlihat sederhana, sariawan ini sangat mengganggu aktivitas si Kecil.

Nah, setelah mengetahui penyebabnya. Berikut adalah kiat yang bisa Ibu manfaatkan untuk mengatasi gejala sariawan pada buah hati:

1. Menjaga kebersihan mulut dan gigi anak
Jangan lupa untuk membiasakan si Kecil agar rajin sikat gigi sebanyak dua kali sehari, yakni pada pagi hari setelah makan pagi dan malam menjelang tidur. Agar lebih optimal, sebaiknya si Kecil juga diajak ke dokter gigi untuk mengontrol giginya setiap tiga bulan sekali

2. Memberikan asupan makanan dan minuman yang sehat dan bergizi
Saat si Kecil sedang menderita sariawan, Ibu harus tetap memastikan bahwa si Kecil mendapatkan asupan cairan yang cukup karena umumnya anak menjadi berkurang nafsu makannya ketika sariawan. Bila kebutuhan cairan si Kecil terpenuhi, ini akan menghindarkannya dari risiko dehidrasi. Ibu bisa juga memberikan minuman dan makanan yang mengandung tinggi vitamin B, C, dan zat besi untuk membantu mempercepat proses penyembuhan, seperti, apel, jeruk, tomat, dan sayuran yang dapat diolah dalam bentuk jus, sehingga mudah untuk dikonsumsi dan tidak akan menyebabkan rasa sakit. Selain itu, vitamin B, C, dan zat besi pun bisa diperoleh dari susu.

3. Suapi si Kecil perlahan-lahan
Ketika si Kecil sariawan, sebaiknya Ibu tetap menyuapinya dengan perlahan-lahan supaya ia tidak kekurangan nutrisi sekaligus sariawannya tidak tersentuh oleh sendok yang digunakan untuk makan. Ajarkan si Kecil untuk makan perlahan-lahan agar makanan yang di kunyah tidak mengenai mulutnya karena sariawan.

4. Gunakan gelas untuk minum si Kecil
Ketika anak sariawan, sebaiknya jangan menggunakan botol saat Ibu ingin memberikan minuman untuk si Kecil. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya kontak langsung dengan sariawan, karena hal ini bisa membuat dia semakin nyeri atau sakit terhadap makanan atau minuman yang ia makan.

Kalau gejala sariawan tidak kunjung sembuh dalam beberapa hari atau bahkan minggu, maka sebaiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter.

Semoga beberapa tips di atas bisa membantu Ibu untuk mengatasi sariawan pada si buah hati. Bila si Kecil sehat tentu ia akan bersemangat menjalani aktivitasnya sehari-hari dan dapat bertumbuh serta berkembang dengan baik. Anak yang sehat, pasti akan membuat Ibu senang bukan?