Tahukah Ibu bahwa pada usia 4 tahun, si Kecil memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan teman sebaya?

Menurut Barbara A. Wasik, profesor pendidikan anak usia dini, pada usia 4 tahun, seorang anak sudah mulai bosan bermain dengan mainan yang dimilikinya. Ia pun lebih senang jika diajak untuk bermain bersama teman-teman sebaya.

Hal tersebut sebenarnya bagus, Bu! Apalagi, pada usia 4 tahun, sudah sepatutnya si Kecil beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman yang baru. Dengan berada di lingkungan yang baru, akan terjadi perubahan positif pada seorang anak, khususnya pada aspek bersosialisasi.

Sesuai pendapat Barbara A. Wasik, salah satu perubahan yang jelas terlihat adalah preferensi si Kecil dalam berteman. Sebelum bermain bersama, dia akan terlebih dahulu memilih teman yang dirasa cocok dengan kepribadiannya. Selain itu, dia pun mempunyai keinginan yang kuat untuk dapat dimengerti oleh orang-orang di sekitarnya.

Namun, tentunya perubahan pola interaksi ini memerlukan proses penyesuaian. Wajar saja Bu, mengingat dirinya baru berkenalan dengan konsep interaksi sosial. Jika dibayangkan, Si Kecil yang pada awalnya tidak perlu main secara bergantian kini harus berbagi mainannya. Belum lagi ditambah keterbatasan bahasa yang membuat dirinya sulit berinteraksi. Nah, inilah yang kemudian membuatnya mudah rewel jika keinginannya tidak dituruti.

Di sinilah peran Ibu dibutuhkan. Sebisa mungkin, berikan si Kecil pemahaman tentang pentingnya bermain bergiliran, berpikir sebelum bertindak, dan menghargai perasaan orang lain. Salah satu cara paling efektif adalah mengajaknya memikirkan konsekuensi dari tingkah lakunya. Jelaskan secara perlahan bahwa tindakannya dapat berdampak negatif bagi teman-temannya.

Memberi pengertian seperti ini memang tidak mudah ya Bu. Tapi bukan berarti kita menjelaskan sambil marah-marah atau sampai main tangan! Dikhawatirkan, hal ini justru membuatnya menjadi semakin frustasi dan enggan bersosialisasi. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika Ibu dapat lebih bersabar dalam memberikan pengertian dan menghadapi si Kecil.

Lagi pula, dapat melihat si Kecil yang tumbuh dan bermain lepas tanpa tekanan sangatlah menyenangkan kok, Bu! Yuk, ajak dia bersosialisasi semenjak dini!

Salam Hangat.