Pernahkah Ibu menjumpai saat si Kecil buang air besar, pup-nya susah keluar, sehingga perlu mengejan sampai wajahnya memerah dan menangis kesakitan? Apakah ini berarti si Kecil mengalami susah buang air besar (BAB)?

Bila frekuensi pup si Kecil lebih jarang daripada biasanya, misalnya ia tidak pup selama lebih dari 1 hari atau mungkin hingga 2-3 hari, mungkin ini menandakan si Kecil mengalami kesulitan buang air besar atau sembelit, yang dalam bahasa kedokteran disebut sebagai konstipasi. Pada kondisi ini, si Kecil biasanya akan rewel atau menangis kesakitan saat buang air besar karena kotorannya keras dan sukar keluar.

Apa penyebab bayi susah BAB? Kurangnya mengonsumsi makanan yang mengandung serat, misalnya buah-buahan dan sayuran, kurang minum air putih dan kebiasaan menahan buang air besar merupakan faktor-faktor yang dapat mengakibatkan anak mengalami kesulitan buang air besar atau konstipasi.

Konstipasi juga dapat dapat terjadi selama beberapa hari, misalkan pada kondisi ketika si Kecil sedang mengalami demam tinggi. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya napsu makan dan asupan makanan si Kecil saat sakit, sehingga tidak ada kotoran yang dibuang melalui pup, serta adanya kehilangan cairan tubuh melalui keringat akibat demam. Konstipasi karena demam tinggi akan kembali normal saat si Kecil pulih dari sakitnya dan kembali mengonsumsi makanan normal. Selain itu, beberapa kondisi medis lainnya pun dapat menyebabkan si Kecil sulit BAB.

Beberapa hal yang dapat Ibu lakukan untuk membantu mengatasi dan mencegah konstipasi, antara lain yaitu:

  1. Tambahkan menu makanan yang kaya akan serat, seperti buah-buahan dan lebih banyak sayur , seperti brokoli dan kacang-kacangan, sereal pada menu makanannya sehari-hari. Bila si Kecil terbiasa mengonsumsi berbagai makanan yang kaya akan serat, maka ia akan jarang menderita konstipasi. Kandungan selulosa dalam makanan yang kaya serat seperti sayur mayur dan buah-buahan akan membantu membuat kotoran menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan.
  2. Membiasakan si Kecil minum banyak air putih
  3. Latihlah si Kecil untuk buang air besar secara teratur setiap pagi atau setelah makan
  4. Obat sembelit dapat saja digunakan, namun sebaiknya atas anjuran dokter dan gunakan secara bijaksana. Penggunaan obat sembelit dalam bentuk sirup yang diminum atau obat yang dimasukkan dalam lubang dubur dalam jangka waktu yang lama dapat membuat usus si Kecil menjadi malas bergerak dan dapat menimbulkan konstipasi yang berkepanjangan.


Kini Ibu sudah mengetahui beberapa hal mengenai sembelit pada si Kecil dan penanganannya. Jangan lupa ya, Bu untuk berkonsultasi dengan dokter jika Ibu memerlukan informasi lebih lanjut atau jika sembelit si Kecil tak kunjung membaik setelah Ibu coba tangani sendiri.