Hari itu Novan (6 tahun) merasa senang sekali. Dia mendapat nilai tertinggi di kelasnya dalam ujian matematika. Novan tidak sabar untuk segera memberitakan kabar baik itu pada ayahnya. Begitu sang ayah pulang dari kantor, Novan segera berlari menghampirinya. Mungkin karena sedang terlalu lelah atau banyak pikiran di kantor, Dody (36 tahun), ayah Novan, bukannya mendengarkan cerita si anak justru mendorong tubuh si anak.

Namun, meski Dody mendorong pelan dan itu pun spontan, ternyata dapat berpengaruh buruk pada Novan. Setelah itu Novan menyimpan dendam pada ayahnya. Dia juga mengalami trauma dan marah besar setiap kali tubuhnya didorong atau terdorong. Karena peristiwa itu telah terekam dalam alam bawah sadarnya.

Saat emosional merupakan salah satu kondisi alam bawah sadar manusia paling baik dan mudah tersugesti. Termasuk dalam kasus Novan yang sedang sangat gembira menjadi sangat mudah terpengaruh oleh tindakan atau sugesti dari ayahnya. Dan, sayangnya sugesti itu bersifat negatif.

Hindari sugesti negatif

Saat seorang ibu berteriak ‘dasar anak bodoh’ pada anaknya ketika anak melakukan kesalahan, menangis, dan merasa sedih sekali, perkataan ibu itu akan membekas dan membuat anak mensugesti dirinya sendiri sebagai anak yang bodoh. Akibatnya anak justru bisa bertambah malas dan menjadi rendah diri.

Karenanya, orangtua harusnya senantiasa berbicara yang positif kepada anak. Hindari sugesti-sugesti negatif, bahkan meskipun tujuannya baik. Misalnya, untuk menyuruh anak membersihkan kamarnya, orangtua tidak perlu mengatakan “Ayo bersihkan kamarmu yang seperti kandang ayam ini.”

Contoh sugesti negatif lain ialah penggunaan kata jangan. “Jangan bayangkan gajah putih” Saat membaca tulisan ini justru alam bawah sadar Anda akan mebayangkan gajah putih, kan? Pilihlah kalimat seperti “Buanglah sampah pada tempatnya” ketimbang “Jangan buang sampah sembarangan.”

Kondisi lainnya yang memudahkan proses memasukkan sugesti adalah saat kaget atau terkejut. Saat dikagetkan manusia cenderung menjadi bingung. Situasi inilah yang kerap disalahgunakan untuk tindakan penipuan yang dikenal masyarakat sebagai kejahatan melalui hipnotis atau ilmu gendam.

Penyalahgunaan inilah yang kemudian mengembangkan persepsi di masyarakat bahwa hipnotis merupakan suatu ilmu mistik atau magic yang merugikan masyarakat. Hypnosis atau hipnotisme merupakan suatu seni komunikasi dan seni sugesti yang dapat mempengaruhi alam bawah sadar secara efektif. Hypnosis dalam bentuk tradisional telah dikenal sejak ribuan tahun silam di berbagai kebudayaan.

Pada tahun 1770, Frank Anton Mesmer dari Austria mulai mempraktikkan animal magnetism. Praktik inilah yang kemudian dianggap sebagai cikal bakal hipnotis modern. Setelah itu dilanjutkan oleh para ilmuwan lainnya, termasuk Sigmund Freud yang dikenal sebagai salah satu tokoh peletak dasar-dasar ilmu kejiwaan.

Logika cara berpikir yang menjadi landasan hipnotis berasal dari Barat, adalah bahwa pikiran manusia terdiri atas 2 bagian yakni alam sadar dan alam bawah sadar. “Hipnotis merupakan kemampuan berkomunikasi, yakni berbicara dengan benar untuk mempengaruhi alam bawah sadar orang lain secara efektif,” jelasnya.

Terapi psikis & fisik

Hipnotis juga dapat digunakan sebagai terapi untuk menangani berbagai gangguan psikis/mental dan gangguan fisik. Terapi dengan metode hipnotis ini dikenal sebagai hipnoterapi. hipnoterapi sudah disahkan di Amerika sejak tahun 1958.

Dr. Erwin Kusuma, Sp.K.J, psikiater dari RSPAD Gatot Subroto menerangkan bahwa hipnoterapi merupakan salah satu metode penyembuhan yang telah lama dikenal dan digunakan oleh psikiatri. Dalam hipnoterapi yang dilakukan adalah memasukkan program-program positif serta menetralkan program-program yang negatif.

Erwin menjelaskan, pengaruh atau sugesti positif yang diberikan tujuannya adalah reframing, yakni melihat suatu hal atau peristiwa yang terekam dalam alam bawah sadar dari sisi yang lain. Untuk melakukan hal tersebut, pasien dibawa ke alam bawah sadar dengan cara tidur hipnotis.

Karena merupakan salah satu metode dalam pendidikan kejiwaan, Erwin meyakinkan, hipnoterapi aman dan efektif untuk siapa saja, termasuk anak-anak. “Asal dilakukan oleh orang yang benar dan metodenya tepat,” tegas dokter yang juga merupakan hipnoterapis di Klinik Pro-V ini.

Hipnoterapis berfungsi memandu dan memberikan sugesti-sugesti positif yang tepat jelas. Oleh sebab itu,  sebelum melakukan hipnoterapi, maka terlebih dahulu harus dilakukan wawancara antara pasien dengan hipnoterapis.

Wawancara sebelum hipnoterapi yang dikenal dengan sebutan pre-hypnotic interview ini sangat penting untuk mengetahui secara persis keinginan pasien atau sumber masalah yang harus diselesaikan. Selain itu kesempatan ini juga sebaiknya digunakan pasien untuk lebih mengenal hipnoterpisnya, seyogyanya pasien mencari tahu pengalamannya, serta kasus-kasus yang pernah ditangani.

Menurut Robin, salah satu syarat utama untuk menjadi seorang hipnoterapis adalah memiliki rasa empati yang tinggi. “Contohnya untuk mengurangi rasa sedih klien seyogyanya hipnoterapis dapat merasakan kesedihan tersebut,” jelasnya. Selain itu latihan dan pengalaman menjadi hal penting lainnya bagi seorang hipnoterapis.

Efektif dan aman

Orang seringkali ragu menggunakan hipnoterapi, kata Dr. Erwin, antara lain karena merasa takut atau kurang percaya pada hipnoterapis. Hal ini tentunya dapat cukup dimengerti, mengingat banyaknya tayangan televisi yang seakan memperlihatkan kondisi orang yang dihipnotis sangat mudah diperintah untuk melakukan hal-hal yang aneh atau lucu.

Sayang sekali akibatnya orang menjadikan hipnoterapi sebagai pilihan terakhir, jika merasa sudah gagal dengan berbagai metode lain. Padahal hipnoterapi merupakan salah satu metode yang sangat efektif dan aman.

Erwin menyatakan, sebenarnya tidak ada standar atau syarat umur tertentu untuk anak-anak yang menjalani hipnoterapi, yang penting mereka sudah bisa berkomunikasi. Seperti halnya pada orang dewasa, hipnoterapi dapat digunakan untuk menangani berbagai gangguan fisik dan psikis anak.

Menurut Erwin, gangguan fisik yang ditangani dengan hipnoterapi lebih merupakan gangguan fungsional. Sedangkan, gangguan psikis atau mental yang ditangani oleh hipnoterapi umumnya adalah kebiasaan buruk anak seperti suka menjenggut rambut, menggigit jari, dan sebagainya. “Selain itu hipnoterapi juga dapat digunakan untuk membantu anak menangkap pelajaran dan lebih rajin belajar,” jelasnya.

Erwin mengatakan, pasien yang dihipnotis sesungguhnya tetap terbangun dan mampu mengobservasi perilakunya. Sebelum terapi dilakukan pasien terlebih dulu menjalani pemeriksaan fisik. Bila perlu dengan uji lab.

Pada masa kini, hipnoterapi lebih ditekankan pada kondisi relaksasi yang dalam baik secara fisik maupun mental. Proses singkat dilakukannya hipnoterapi adalah:

  • pasien rileks secara fisik dan mental.
  • memusatkan perhatian melalui sarana fiksasi berupa suara, tatapan atau sentuhan berulang dan monoton


Keluhan yang bisa diatasi dengan hipnoterapi:

Fisik Psikis/ Mental
Asma, berhenti merokok alergi, bantuan melahirkan, patah tulang, narkoba, rasa mual terhadap obat, pendarahan sewaktu pembedahan, stroke, relaksasi otot migrain, dentistry, bantuan melahirkan, diet Fobia, trauma, hiperaktif, kurang konsentrasi, tidak percaya diri, mengompol, kecanduan, stress, depresi, schizophrenia, relaksasi pikiran, insomnia, kurang motivasi, kebiasaan buruk.

 

 

Dampingi selalu si Kecil di masa pertumbuhannya dan bagikan momen-momen istimewa si Kecil di Momen Wow. Menangkan hadiah senilai jutaan rupiah dan dapatkan kesempatan menjadi bintang iklan Frisian Flag.