Asupan zat gizi yang cukup akan menjamin tumbuh kembang yang optimal untuk fisik maupun otak anak di kemudian hari. Pada saat lahir, kadar lemak esensial pada plasenta dapat memberikan indikasi kecepatan berpikir seorang anak pada saat dia berusia 8 tahun demikian pula dengan kadar homosistein dalam darah (jenis asam amino yang dapat menginformasikan apakah seorang anak kekurangan atau kelebihan vitamin B). Seorang remaja yang mengkonsumsi mineral seng dua kali lebih banyak dari angka kecukupan gizi yang dianjurkan dapat membantu meningkatkan konsentrasi yang cukup.

Pada semua golongan usia, konsumsi lemak dan karbohidrat yang berlebih dapat memberikan pengaruh buruk terhadap kemampuan belajar dan tingkah laku.

Lemak Otak
Otak manusia tersusun oleh 60% lemak. Konsumsi lemak tepat, seperti Omega 3 dan Omega 6 yang banyak ditemukan pada ikan dan biji-bijian, akan membantu meningkatkan kecerdasan, sementara konsumsi lemak buruk seperti pada gorengan, makanan yang diproses dan daging berlemak akan membuat otak lebih sukar bekerja. Jika balita Anda jarang mengkonsumsi lemak esensial dari makanan alami, sebaiknya Anda memberikan makanan tambahan lain yang diperkaya oleh lemak esensial Omega 3 dan Omega 6, seperti yang terdapat pada susu pertumbuhan.

Energi Otak
Energi otak tergantung dari glukosa yaitu salah satu jenis gula sederhana hasil pemecahan karbohidrat. Walaupun demikian asupan karbohidrat juga harus sesuai dengan komposisi yang disarankan yaitu 55%-60% dari total energi. Kelebihan karbohidrat di dalam tubuh dapat menganggu kadar gula di dalam darah. Sumber karbohidrat yang baik adalah karbohidrat kompleks seperti yang terdapat pada nasi, mie dan roti. Hindari penggunaan karbohidrat sederhana berlebihan seperti gula pasir atau sirup.

Protein – Si Pembawa Pesan
Neuron berkomunikasi dengan neuron lainnya dengan cara menghantarkan pesan yang dibantu oleh neurotransmitter yang dibuat oleh protein. Oleh sebab itu, protein merupakan zat gizi penting untuk otak seperti tyrosine dan tryptophan. Pesan dibawa dari dendrit dan diterima oleh sel penerima yang disebut reseptor yang dibentuk oleh phospolipid (umumnya banyak terdapat di telur dan daging) dan asam amino olahan. Untuk membentuk neurotransmitter dari protein bukanlah hal yang mudah, peranan enzim di otak sangat tergantung dari asupan vitamin yang akan membantu proses tersebut.

Makanan Penting Untuk Otak
Asupan gizi otak yang optimal artinya tubuh mendapatkan semua zat gizi penting yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang otak seperti:

  • Asam lemak esensial seperti Omega 3, Omega 6, DHA, dan AA
    1. Jenis lemak tepat membantu otak menjadi lebih pintar. Omega 3 banyak terdapat di minyak ikan, minyak kapas, dan biji labu parang. Walaupun tubuh dapat membentuk DHA dari Omega 3 di dalam tubuh, akan tetapi asupan DHA dalam bentuk siap pakai seperti yang ditambahkan ke dalam susu atau makanan lainnya lebih dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan DHA.
    2. Omega 6 banyak terdapat pada minyak yang berasal dari biji-bijian seperti minyak bunga matahari dan wijen. Bentuk aktif dari Omega 6 disebut dengan asam gamma linolenik (GLA). Selain itu tubuh juga butuh akan AA yang didapat dari GLA . Omega 6 banyak terdapat pada ikan, daging, telur dan produk olahan susu. Untuk hasil yang optimal, sebaiknya konsumsi Omega 6 bersamaan dengan Omega 3.
  • Vitamin dan mineral, zat gizi penting yang menbantu otak selalu dalam kondisi siap berpikir.
  • Protein dan asam amino, si pembawa pesan.
  • Phospolipid seperti sphingomyelin, molekul pengingat yang membantu otak anak berpikir lebih cepat.


Makanan Yang Harus Dihindari

Makanan berikut sebaiknya dihindari dalam konsumsi sehari – hari:

  • Lemak buruk yang berasal dari makanan yang digoreng terlalu kering dan lemak hidrogenasi yang banyak ditemukan pada margarin, biskuit, cake, maupun pastry.
  • Gula sederhana seperti yang terdapat dalam gula, roti putih dan sirup.
  • Zat kimia pada makanan seperti pewarna dan pengawet buatan.
  • Makanan penyebab alergi, makanan yang dapat menimbulkan alergi pada anak Anda.

Sumber: Frisian Flag's booklet 'Kunci Gizi Balita Cerdas'