Dahak atau lendir pada tenggorokan dapat mengganggu pernapasan si Kecil, apalagi bila dahaknya kental dan menyangkut di tenggorokan. Si Kecil jadi rewel, terutama saat ia mau makan atau tidur. Karena dahak ini cukup mengganggu dan si Kecil belum bisa mengeluarkannya melalui batuk, maka kadang-kadang perlu disedot. Dahak yang berlebihan dan sukar keluar dapat menyangkut di belakang tenggorokan, hidung dan mulut.

Beberapa penyakit yang menyebabkan dahak berlebihan dan mengganggu si Kecil, misalnya flu, batuk, pilek yang disebabkan bakteri maupun virus dan alergi. Ibu dapat menyedot dahak si Kecil dengan menggunakan alat khusus yang terbuat dari bahan karet.
Berikut ini langkah yang dapat Ibu lakukan untuk menyedot dahak si Kecil :

  • Cucilah tangan Ibu sebelum menyedot dahak si Kecil
  • Hindari menyedot mulut atau hidung si Kecil setelah ia makan atau menyusu, karena dapat menyebabkan muntah
  • Sediakan air bersih dalam waskom kecil untuk membersihkan alat penyedot dahak
  • Bila perlu menyedot dahak dari mulut dan hidung, lakukan pada mulut lebih dulu dengan menempatkan ujung alat penyedot ke dalam rongga mulut si Kecil
  • Peganglah ujung balon alat penyedot dengan jari telunjuk dan jari tengah. Keluarkan udara dalam balon lebih dulu dan jika dahak si Kecil kental, teteskan 2-3 larutan air garam atau larutan salin siap pakai yang dapat dibeli di apotek, ke dalam hidung si Kecil sebelum memasukkan ujung alat penyedot ke dalam hidungnya.
  • Masukkan ujung alat penyedot ke dalam mulut atau hidung secara perlahan dan lepaskan ibu jari yang sebelumnya menekan dasar balon untuk mengeluarkan udara, sehingga dahak dalam mulut atau lendir dalam hidung si Kecil tersedot.
  • Jika balon alat penghisap tidak mengembang kembali, biasanya ujung alat tersumbat oleh dahak atau lendir yang kental dan perlu dibersihkan lebih dulu sebelum menggunakannya kembali.
  • Buang dahak yang tersedot alat dengan menekan balon alat penyedot, dan bersihkan alat penyedot dengan air mengalir dan tekanlah balon alat penghisap agar semua dahak yang terhisap dapat keluar dari alat.
  • Menyedot dahak si Kecil tidak perlu terlalu sering, biarkan ia beristirahat dan bebas bernapas lebih dulu diantara 2 sesi penyedotan. Usaplah hidung si Kecil dengan tisu bila diperlukan.
  • Setelah selesai, bersihkan balon alat penghisap dengan air sabun dan tekan balonnya agar semua air dapat keluar dan biarkan alat mengering.
  • Bila si Kecil sukar bernapas setelah ia muntah, penyedotan dibatasi hingga 2-3 kali sehari, karena hidung dapat menjadi kering dan lecet hingga berdarah.

 

Selain menyedot dahak si Kecil, cara mengeluarkan dahak pada bayi yaitu jemurlah si Kecil di bawah matahari pada pukul 7-8 pagi selama 10 menit. Oleskan balsam atau minyak telon pada dada dan punggungnya, kemudian tengkurapkan si Kecil pada pangkuan Ibu dengan posisi kepala sedikit lebih rendah dari tubuhnya, agar dahak yang encer dapat turun dan keluar dari tenggorokan. Tepuk-tepuk punggung si kecil dengan lembut. Dahak yang tidak keluar melalui tenggorokan, biasanya tertelan dan akan dikeluarkan bersama kotoran pup dan urin si Kecil.

Berikan ASI atau bila telah mendapatkan makanan pendamping ASI dapat diberikan sup, sari buah atau kaldu hangat yang dapat membantu mengencerkan dahak si Kecil. Apabila keluhan tak kunjung membaik, maka sebaiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter.