Ibu pasti pernah merasa khawatir ketika si Kecil terkena flu atau pilek. Bagaimana tidak? Karena biasanya ketika buah hati yang masih bayi terserang flu, ia terus-terusan rewel. Jangankan mau tidur enak, untuk menyusu saja membuat si Kecil tersiksa karena hidung tersumbat. Duh, pasti tidak nyaman rasanya, apalagi bayi memang belum bisa membuang ingusnya sendiri. Tentu Ibu akan bingung mesti bagaimana?

Jangan terlalu cemas, Bu. Agar tahu harus bertindak apa, pertama-tama yang perlu Ibu ketahui adalah penyebab pileknya terlebih dulu.

Penyebab si Kecil pilek dan jenis pilek
Pilek terjadi karena adanya peradangan pada saluran pernafasan bagian atas, terutama hidung, yang umumnya disebabkan oleh virus Rhinovirus. Selain virus, pilek juga bisa disebabkan oleh alergi dan bakteri. Untuk pilek yang disebabkan oleh bakteri, biasanya ditandai dengan pilek yang tidak membaik selama lebih dari tujuh hari. Sedangkan pilek yang disebabkan oleh virus, Ibu bisa mencegahnya dengan cara memberikan ASI pada si Kecil dan asupan makanan yang sehat dan bergizi, serta memberikan vitamin dan mineral untuk membantu menjaga kekebalan tubuhnya.

Karena itu, ketika ada salah satu keluarga di rumah atau tetangga yang terkena pilek, sebaiknya jauhkan si Kecil dari mereka untuk mengurangi risiko penularan, karena pilek memang mudah menular.
Jenis pilek ada dua, yakni pilek yang meler atau biasa disebut ingusan, dan pilek yang mampat atau biasa disebut hidung tersumbat. Jadi, Ibu harus kenali pilek yang diderita si Kecil agar tepat penanganannya.

Apakah pilek bisa berbahaya?
Bila pilek buah hati tak kunjung sembuh setelah melewati tujuh hari, Ibu konsultasikan hal ini ke dokter untuk dilihat sumber permasalahannya, misalnya alergi.

Jangan abaikan bila pilek si Kecil tidak kunjung sembuh, bisa jadi ini adalah gejala dari sinusitis (radang pada rongga tulang di sekitar hidung) atau komplikasi dari sinusitis dan otitis media. Biasanya otitis media (radang telinga tengah yang dapat menyebabkan congek) banyak diderita oleh usia balita karena jarak antara gendang telinga dengan hidungnya masih pendek, sehingga pilek yang berkepanjangan bisa berdampak pada telinganya. Jika hal ini terjadi, tentu akan memengaruhi pendengaran si Kecil.

Cara mengatasi hidung meler
• Sebelum bayi diberi obat, sebaiknya Ibu perhatikan apakah obat tersebut dapat diberikan tanpa resep dokter atau harus dengan resep dokter? Jika harus dengan resep dokter, maka konsultasikan dulu ke dokter mengenai obat yang akan diberikan.
• Perhatikanlah cara penggunaan dan anjuran pemberian obat, baik itu obat bebas maupun obat resep. Apabila obat terlihat sudah tidak layak digunakan, maka gantilah dengan obat baru.
• Ibu bisa menggunakan penyedot lendir (nasal aspirator) untuk bayi yang berbentuk seperti botol karet kecil dengan ujung plastik untuk penyedot. Ibu bisa membelinya di apotik atau supermarket, gunakan merek khusus untuk bayi. Ingat ya Bu, setelah selesai digunakan, langsung dibersihkan agar alat ini tetap bersih dan higienis.
• Selain penyedot lendir, Ibu juga bisa gunakan obat tetes NaCl atau larutan garam. Caranya, larutkan obat tetes NaCl fisiologis 0,9% (20 ml) untuk melembabkan saluran pernapasan bayi. Teteskan sekurang-kurangnya 3 kali sehari. Bila tidak ada larutan NaCl, Ibu bisa ganti dengan seperempat sendok teh garam yang dilarutkan ke dalam setengah gelas air hangat. Air garam (NaCl) bisa membantu mencairkan ingus dan melancarkan hidung yang tersumbat. Masukkan larutan tadi ke hidung bayi, cukup teteskan dua kali pada kedua lubang bayi.

Cara mengatasi hidung mampat
• Ibu bisa balurkan minyak angin atau balsem ke bagian dada, leher, dan punggung agar bisa membantu melegakan pernapasan si Kecil.
• Saat hidung si Kecil tersumbat, Ibu bisa memposisikan tidur si Kecil dengan tidur miring atau tengkurap. Dua posisi ini bisa membantu melegakan pernapasan.
• Ketika si Kecil tidur, suhu AC di kamar sebaiknya tidak terlalu dingin atau bila perlu tidak gunakan pendingin supaya si Kecil tidak lama terkena pilek.
• Ibu juga bisa membuat sendiri aromaterapi. Caranya, tuangkan beberapa tetes minyak kayu putih ke dalam ember berisi air panas. Simpan ember di pojok kamar yang tertutup di mana si Kecil berada. Uap yang dihasilkan dari air panas yang telah bercampur dengan minyak kayu putih tersebut akan membantu melegakan hidung bayi yang mampet.

Nah, Ibu, selamat mencoba ya. Semoga si Kecil lekas sehat dan ceria kembali.