Ketika anak sedang bermain, jangan lupa bahwa anak juga sedang belajar

Jean Piaget, seorang filsuf dan psikolog kenamaan asal Swiss, mengatakan bahwa komponen terpenting dalam perkembangan intelektual anak melibatkan partisipasi. Anak dapat belajar dengan baik tidak hanya dengan mempelajari sesuatu tetapi juga dengan mengalami sesuatu yang dipelajarinya. Selain itu, belajar akan lebih baik lagi jika dengan melakukan kegiatan yang memang menarik untuk sang anak.

Pembelajaran bukan hanya sebatas memberikan informasi secara lisan atau tulisan. Pembelajaran juga bukan sebatas tugas sekolah, tempat kursus, apalagi hanya tugas pengasuh buah hati Anda. Pembelajaran adalah tugas Anda sebagai orang tua. Tetapi tidak perlu khawatir, karena pembelajaran ini juga bisa dibuat menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi seluruh keluarga. Bagaimana caranya? Ajak anak Anda bermain sambil memberikan mereka kesempatan untuk membangun pengetahuan dan mengasah keahlian mereka.

Permainan-permainan ini sangat sederhana dan pastinya tidak mengeluarkan banyak biaya. Lakukan dengan antusias, maka akan menjadi ”suplemen” bagi si kecil untuk meningkatkan kecerdasannya. Juga menambah level quality time saat bersama di rumah, di mana saja.

Resensi Hobi (Untuk anak yang sudah bisa menulis)
Apa pun kesukaan anak Anda -mainan, boneka, buku cerita, CD musik, DVD, dan sebagainya- mintalah ia untuk menulis review singkat terhadap barang-barang tersebut. Resensinya tidak perlu panjang, cukup beberapa paragraf, maksimal satu halaman. Yang utama, di sana tergambar jelas mengapa anak Anda suka atau bahkan justru ternyata tidak suka dengan benda tersebut. Apa yang membuatnya tertarik dengan benda itu? Seperti apa asiknya memiliki benda tersebut? Pengalaman apa yang didapatkannya dengan benda tersebut? Tulis di sebuah buku khusus. Semakin menarik jika barang-barang itu difoto dan foto tersebut ditempel bersama tulisan resensi anak Anda. Permainan ini tak hanya akan menambah kemampuan menulis si kecil, tapi lebih dari itu: menyampaikan gagasan dan menciptakan kesadaran akan rasional-rasional dalam menentukan pilihan.


Bikin Kartu Sendiri
Bermain kartu adalah sesuatu yang sangat umum disukai siapa saja. Jika keluarga Anda adalah salah satunya, maka si kecil bisa Anda ajak untuk menciptakan desain kartunya sendiri.

Seperti kita ketahui, satu pack kartu remi berisi 52 lembar. Dibagi menjadi 4 suit atau jenis kartu (Spade, Heart, Diamond, Club), masing-masing terdiri atas 13 kartu (As, 2, 3, dan seterusnya. Sampai King). Plus kartu tambahan berupa 2 kartu Joker, hitam dan merah. Sejarah tidak mencatat siapa sebenarnya sosok Jack, Queen, dan King dalam kartu modern. Namun, tahukah Anda bahwa tokoh pada kartu-kartu sebelumnya terus berganti dari waktu ke waktu? Pada kartu tua dari Italia dan Spanyol, keempat kartu King-nya menggambarkan para raja dari kerajaan besar dunia Abad Pertengahan. Ketika Raja Henry III dari Perancis naik takhta, kostum para bangsawan pada kartu berubah mengikuti mode di zaman itu. Jadi, tentu saja keluarga Anda bisa memiliki versi visual kartu sendiri!

Caranya mudah. Anak-anak tinggal memotong karton tebal (warna bebas, tergantung selera) menjadi seukuran kartu hingga berjumlah 54 lembar. Lalu, seperti kartu remi pada umumnya, bagilah menjadi empat ”kategori visual” masing-masing 13 lembar. Dalam pemilihan ”kategori visual” ini, tentunya, tentunya bisa sangat personal, tergantung kesukaan anak-anak. Jika misalnya si sulung menyukai Spiderman, maka ia bisa menempelkan ikon-ikon Spiderman pada 13 kartu, lalu dilengkapi dengan angka-angka penanda kartu (dari As, 2, 3, dan seterusnya ).

Lalu, bila si bungsu misalnya menyukai Barbie, ia juga bisa melakukan serupa. Begitu seterusnya hingga genap terkumpul empat kelompok kartu. Untuk dua kartu Joker, hitam dan putih, anak-anak bahkan bisa lebih ”bermain” lagi. Mereka bisa, katakanlah, menempel fotonya atau foto Anda sebagai Joker Merah dan foto ayahnya sebagai Joker Hitam. Atau, jika si kecil suka menggambar, bisa jadi keseluruhan desain kartu remi adalah kreasi gambar anak Anda. Dengan kartu remi buatan sendiri ini, permainan akan semakin seru dan mengejutkan! Juga, selain bersenang-senang, paket kartu remi yang ”custom” ini bisa jadi kebanggaan keluarga Anda.

PM Toh
PM Toh adalah julukan bagi Tengku Adnan, seorang penjual obat sekaligus pendongeng asal Aceh. Tengku Adnan bisa menirukan suara terompet bus-bus Trans Sumatera 1970-an yang dikenal dengan julukan PM Toh. Orang-orang pun akhirnya menggelarinya dengan julukan itu. Seni hikayat Tengku Adnan kemudian menginspirasi Agus Nur Amal, seorang pencerita terkenal yang biasa melakukan pertunjukkan monolog keliling dari satu kota ke kota lainnya. Pria ini pun kemudian dikenal dengan nama Agus PM Toh.

Dalam pertunjukkannya yang biasanya bertema sosial politik, Agus PM Toh menggunakan alat-alat domestik untuk mendukung gaya berceritanya yang menggunakan pendekatan humor. Di tangan Agus, benda-benda yang biasa kita temui di rumah jadi memiliki makna baru. Misalnya, gayung sebagai simbol dari helikopter.

Permainan PM Toh ini tentu bisa juga dilakukan oleh keluarga Anda. Tak perlu topik yang berat, ajak anak-anak untuk menceritakan tentang hal-hal keseharian mereka dengan menggunakan benda-benda yang mudah di temui di rumah, lemari es, kamar, atau bahkan tempat pensil. Cerita bisa kisah nyata, bisa pula fiktif seperti dongeng dalam bentuk yang lebih kasual. Tontonlah ”pertunjukan” monolog anak Anda dengan apresiatif. Beri tepuk tangan pada ”adegan-adegan” yang menarik. Beri komentar di sela pertunjukkan pun bisa jadi tak mengapa, hingga show bisa interaktif. Atau, bisa pula Anda yang bercerita dengan teknik ini untuk mengisahkan hal-hal atau pelajaran sekolah si kecil, seperti misalnya pelajaran sejarah hingga matematika. Imajinasi berkembang. Ilmu bertambah dengan cara yang riang, bukan hanya bagi si kecil tapi Anda juga.

Mading Keluarga
Anda tentunya paham dengan istilah ”mading” atau “majalah dinding“ yang umum ada di sekolah-sekolah. Formatnya seperti majalah, tapi isi berita di tempel di sebuah papan. Jenis berita biasanya adalah seputar kegiatan aktual dan program sekolah serta karya-karya para siswa. Ya, Anda bisa membuat mading sendiri versi keluarga Anda. Caranya mudah. Pasang sebuah papan berukuran cukup besar di ruang keluarga (sesuaikan dengan ukuran ruang). Lalu, secara berkala (bisa seminggu sekali, dua minggu sekali, atau sebulan sekali) isilah mading tersebut dengan tulisan, gambar, atau foto tentang apa saja yang ingin disampaikan oleh masing-masing dari keluarga Anda. Tempelkan semuanya di mading keluarga. Bisa juga papan mading tersebut Anda bagi menjadi beberapa bidang atau ”kavling” yang sudah ditentukan untuk diisi oleh masing-masing anggota keluarga.

Kalau itu terasa membosankan, tak perlu dilakukan, setiap anggota bebas memilih bidang untuk menempel karyanya. Segala hal bisa ditempel di sana: gambar-gambar, puisi, bungkus permen yang sedang digemari, cerita-cerita seru, foto-foto weekend kemarin (berikut keterangan foto/caption-nya), tebak-tebakan terbaru, apa saja! Ajak pula pembantu rumah tangga atau pengasuh anak-anak untuk turut serta mengisi mading.

Dokumentasikanlah setiap ”edisinya” (dengan cara memotretnya) sebelum dicopot dan diganti dengan edisi berikutnya. Mading ini akan menjadi semacam blog bersama keluarga Anda. Dan, sangat mungkin menjadi media komunikasi yang segar bagi semua orang di rumah, mendekatkan satu sama lain. Sudah tentu permainan ini sangat edukatif. Buatlah menjadi menggembirakan!

Berhitung di Supermarket
Saat belanja bulanan bersama di supermarket, Anda bisa menciptakan aneka permainan bersama anak-anak. Salah satu yang termudah adalah bermain berhitung. Sesuaikan kuis Anda dengan pelajaran matematika yang telah di terima anak di sekolah. Contohnya, ketika berbelanja keju atau telur dalam satu kemasan tertentu (misalnya satu kemasan berisi 12 lembar keju), ajak si kecil untuk menghitung harga satuan dari selembar keju tersebut (jangan lupa membawa buku kecil dan pulpen untuk menghitung). Bila jawaban benar, Anda bisa membelikan snack kesukaan si kecil sebagai hadiahnya. Anda dan pasangan bisa mendiskusikan permainan lainnya untuk diterapkan pada saat belanja bulan berikutnya.

 

8 Ide Permainan Cerdas Sederhana untuk Bayi

1. Sarung Tangan “Halo” (0-3 bulan)
Manfaat: Antisipasi peristiwa, ekspresi emosional, interaksi sosial, kepercayaan
Bahan: Sarung tangan lembut, mainan binatang-binatang kecil yang lembut, jarum dan benang jahit, selimut lembut untuk alas tidur bayi.
Cara bermain:

  1. Jahitlah mainan binatang kecil di sarung tangan, agar dapat dilihat bayi saat dikenakan.
  2. Baringkan bayi dan goyangkan jari Anda sambil mengeluarkan suara binatang untuk menarik perhatian bayi.
  3. Berikan kejutan pada si bayi dengan menempatkan sarung tangan bersarung Anda di perut, kaki, lengan dan anggota tubuh lainnya, dan katakan ”halo” dengan senyum lebar. Gelitiki bagian tubuh itu dan lanjutkan bermain lagi.

2. Ke Mana Perginya? (0-3 bulan)
Manfaat: Menstimulasi penglihatan bayi untuk menjami perkembangan visual yang baik.
Bahan: Sapu tangan warna-warni
Cara bermain:

  1. Peganglah saputangan di hadapan si kecil, lambaikan dan ucapkan sesuatu tentang warnanya yang cerah.
  2. Bila yakin si kecil memandangnya, gerakkan saputangan itu ke satu sisi agar si kecil mengikutinya.

3. Ayo Tendang (4-6 bulan)
Manfaat: Melatih keterampilan motorik.
Bahan: Mainan kecil, kaos kaki warna-warni.
Cara bermain:

  1. Baringkan si kecil, dan ikatkan mainan-mainan kecil di kakinya.
  2. Biarkan si kecil menendang-nendang.
  3. Ganti mainan dengan kaos kaki warna-warni.

4. Baca Bibirku (4-6 bulan)
Manfaat: Mendorong bayi untuk lebih banyak bicara.
Cara bermain:

  1. Ketika bayi bersuara, respon suaranya, dengan mengulangi suara yang dia buat. Letakkan tangannya di bibir kita, agar ia merasakan gerakannya dan udara yang keluar masuk.
  2. Letakkan jemari kita di bibirnya, dan doronglah ia agar lebih banyak bicara.

5. Bola Bergulir (6-9 bulan)
Manfaat: Mengembangkan kemampuan motorik.
Bahan: Bola.
Cara bermain:

  1. Dudukkan bayi, dan gulirkan bola ke arahnya.
  2. Gulirkan bola ke arah Anda, dan tunjukkan bayi cara menangkapnya. Bayi akan gembira ketika bola bergulir mendatanginya.

6. Terbang ke Udara (6-9 bulan)
Manfaat: Gerakan dan musik yang bersamaan merangsang kedua sisi otak.
Cara bermain:

  1. Peganglah si kecil di lengan berkeliling ruangan sambil menyanyikan ”Balonku Ada Lima.”
  2. Ketika sampai pada kata ”door,” angkat si kecil ke udara, kemudian turunkan dan kecup si kecil.

7. Tik Tok Tik Tok (10-12 bulan)
Manfaat: Mengembangkan kesadaran pendengaran.
Bahan: Jam putar dengan suara nyaring.
Cara bermain:

  1. Perdengarkan suara tik tok pada si kecil.
  2. Kemudian ambil jam itu dan sembunyikan di bawah bantal. Mintalah si kecil mencarinya.

8. Baca dengan Lantang (10-12 bulan)
Manfaat: Mengembangkan kemampuan bahasa.
Bahan: Buku cerita bergambar.
Cara bermain:

  1. Tunjukkan sebuah gambar dan katakan benda apa itu. Lakukan beberapa kali untuk gambar yang sama agar si kecil mempelajari nama benda itu.
  2. Tanyakan pada si kecil, ”Di manakah.....?” Lihatlah apakah si kecil akan menunjuk gambar.
  3. Baca buku yang sama berulang-ulang kali.

Dampingi selalu si Kecil di masa pertumbuhannya dan bagikan momen-momen istimewa si Kecil di Momen Wow. Menangkan hadiah senilai jutaan rupiah dan dapatkan kesempatan menjadi bintang iklan Frisian Flag.